KARAWANG – Generasi ke-10 dari sedan premium Honda Accord menjadi model pertama yang dipasarkan di Indonesia dengan mengusung teknologi Honda Sensing.

Teknologi Honda Sensing sendiri merupakan teknologi keselamatan yang memang dikembangkan secara ekslusif oleh Honda untuk mengurangi potensi bahaya dan meminimalisir dampak terburuk kecelakaan.

Adapun beberapa fitur yang masuk dalam bagian Honda Sensing salah satunya adalah Collision Mitigation Break System (CMBS) yang memungkinkan All New Accord melakukan pengereman darurat secara otomatis jika ada objek di depan.

Sistem kerjanya sangat mengagumkan. Fitur CMBS secara otomatis akan aktif saat mobil berjalan di atas 5 km/jam.

Untuk membuktikannya, kami melakukan pengujian secara langsung dengan menempatkan sebuah objek seukuran mobil di depan All New Accord.

Baca juga :  Komitmen Akan Kepuasan Pelanggan, TAM Buka Area Test Drive Permanen

Dalam kecepatan dikisaran 20-30 km/jam mobil meluncur ke arah objek. Yang perlu dicatat adalah fitur CMBS akan bekerja dalam kondisi pengemudi tidak menginjak pedal gas.

Beberapa meter sebelum pengereman otomatis, pengemudi akan menerima warning di panel dashboard. Jika pengemudi tetap tidak menginjak rem, maka CMBS mengambil aloh pengereman tepat pada waktunya.

Namun sayangnya, fitur CMBS ini hanya bisa mendeteksi objek besar seukuran mobil. CMBS tidak mampu mendeteksi objek kecil yang bergerak cepat seperti sepeda motor atau sepeda.

Tak hanya fitur CMBS, selanjutnya kami mencoba fitur Road Departure Mitigation System (RDM). Fitur ini bekerja dengan cara mendeteksi marka jalan. Jika kendaraan keluar dari lajur maka stir akan bergetar sebagai peringatan. Dan jika pengemudi tidak melakukan koreksi, stir akan bergerak secara otomatis untuk kembali ke jalur yang seharusnya. Fitur RDM ini akan aktif saat mobil melaju dalam kecepatan 72 km/jam ke atas.

Baca juga :  General Motors Akan Meluncurkan 20 Kendaraan Baru di Tahun 2019

Kemudian ada Adaptive Cruise Control (ACC) yang memungkinkan pengemudi dapat mengatur kecepatan dan jarak dengan kendaraan di depan yang diinginkan. Setelah fitur diaktifkan, mobil akan berjalan otomatis tanpa menginjak gas namun tetap menjaga jarak aman.

Meski sudah dibekali dengan fitur keamanan canggih, namun Honda tetap menghimbau kepada pengemudi agar tetap fokus saat berkendara dan justru tidak menjadi lalai karena ada fitur keamanan ini.

Baca juga :  50 Tahun di Indonesia, Toyota Bakal Boyong Line Up Lengkap Mobil Listrik

Masao Nakano, Assistant Large Project Leader Honda Accord, Honda R&D menjelaskan bahwa fitur Honda Sensing hanya membantu pengemudi untuk mengurangi potensi kecelakaan.

“Pelaku utamanya adalah tetap pengemudi, Honda Sensing hanya fitur pendukung keamanan. Jadi jangan terlalu menggantungkan keselamatan berkendara kepada fitur. Berkendaralah dengan aman,” beber Nakano. [po/rst]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *