Kenali Potensi Bahaya Saat Berkendara di Dekat Truk

JAKARTA – Akhir-akhir ini sering terjadi insiden kecelakaan dimana kendaraan truk berperan penting dalam skenario kecelakaan. Sebut saja seperti kecelakaan maut di Tol Cipularang, hingga kecelakaan beruntun di Bintaro, Tangerang Selatan, yang terjadi Sabtu (7/9) kemarin.

Ya, pada dasarnya berkendara di dekat truk memang berpotensi bahaya. Hal ini pun disampaikan langsung oleh Sony Susmana, Director Training Safety Defensive Consultant (SDCI).

Menurut Sony, ada banyak faktor seperti kelalaian pengemudi truk, hingga faktor kondisi truk yang mungkin tidak dirawat dengan baik, sehingga di beberapa kasus rem truk tidak berfungsi.

Nah untuk meminimalisir resiko kecelakaan, ada baiknya kita agak menghindar atau menjauh dari kendaraan truk.

“Pertama perawatan kendaraan truk itu pada umumnya dilakukan asal-asalan bahkan tidak dirawat utamanya di sisi rem. Bobot yang over dan melebihi kapasitas muatan juga membuat truk sulit berhenti,” ujar Sony.

Selain itu, Sony berpendapat bahwa cukup banyak pengemudi truk yang tidak menguasai soft skill berkendara. Padahal dengan ukuran kendaraan yang besar dan beban yang dibawa seharusnya supir yang ditunjuk adalah mereka yang sudah berpengalaman sudah memenuhi kriteria kelayakan.

“Pengemudi truk itu 99% tidak menguasai soft skill dalam berkendara di jalanan. Karena itu, kalau kita ada di depan truk, sering-sering lah liat kaca spion. Pantau terus, kalau truck terlihat di spion mendekat, segera menjauh atau kasih lewat. Andai di depan ada handycap dan harus ngerem sampai berhenti. Pastikan kendaraan kita tidak di depan truk,” tutupnya. [po/rst]