JAKARTA – Adira Finance tengah senyum lebar. Pasalnya, pinjaman sindikasi internasional sebesar USD300 juta menggelontor ke perusahaan pembiayaan besar Indonesia ini.

Bagaimana tidak bahagia, uang besar ini siap digulirkan kembali kepada nasabahnya untuk kebutuhan sejumlah pembiayaan.

Dalam keterangannya pada Senin (5/2/2024) disebutkan, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) telah  menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman sindikasi sebesar USD300 juta tersebut di Singapura pada Kamis (1/2/2024).

Kepercayaan global ini bukan tanpa sebab. Pertumbuhan ekonomi Indonesia paska pandemi yang tetap kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global telah mendorong bank-bank asing untuk memberikan fasilitas kepada perusahaan-perusahaan Indonesia dengan rekam jejak yang baik dan profil peringkat kredit yang tinggi.

Saat ini Adira Finance memperoleh peringkat kredit nasional yaitu idAAA (stable Outlook), yang merupakan kategori peringkat tertinggi dari Pefindo. Sedangkan peringkat internasional dari Moodys dan Fitch masing-masing adalah Baa1 dan BBB.

Adira Finance terus melakukan diversifikasi sumber pendanaan melalui pinjaman sindikasi dalam mata uang asing. Pinjaman sindikasi ini merupakan pinjaman sindikasi yang ke-9 sepanjang perjalanan Adira Finance dan yang pertama setelah pandemi Covid-19.

Baca juga :  Tiga Payung Agar Aman Berkendara di Musim Penghujan

Direktur Utama Adira Finance Dewa Made Susila menjelaskan, sebelum  pandemi Adira secara konsisten memanfaatkan pasar pinjaman sindikasi ini sejak tahun 2013.  

Kepercayaan investor terhadap Adira Finance, lanjutnya, tetap kuat, terlihat dari penerbitan pinjaman sindikasi ini yang mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sekitar 3,2 kali dari rencana awal.

Fasilitas ini telah berhasil menarik minat para investor asing yang sebagian besar berasal dari Singapura, Taiwan dan Jepang. Fasilitas ini  berjumlah USD300 juta dengan tenor 3 tahun dan  tingkat bunga yang kompetitif.

Dalam proses penerbitan pinjaman sindikasi ini, Adira Finance menunjuk CTBC Bank Co, Ltd; DBS  Bank Ltd; Maybank Securities Pte, Ltd; MUFG Bank Ltd; dan United Overseas Bank Limited sebagai mandated lead arrangers dan bookrunners.

Seperti tahun-tahun sebelumnya sejak penerbitan      pinjaman sindikasi yang pertama, Perusahaan akan melakukan lindung nilai penuh (fully hedged) atas fasilitas ini untuk memitigasi risiko mata uang (currency risk) dan suku bunga (interest rate risk).

Baca juga :  Adira Insurance Jamin Pelanggan Dapatkan Klaim Berkualitas

“Kami berhasil merampungkan pinjaman sindikasi ke sembilan di tahun 2024. Kami merasa senang mendapatkan pendanaan dari lembaga-lembaga terkemuka sehingga dapat mendorong pertumbuhan Adira Finance dalam bisnis pembiayaan, khususnya pembiayaan otomotif dan juga pembiayaan non-otomotif,” kata Dewa Made Susila.

“Fasilitas ini akan membantu bisnis pembiayaan kami di seluruh Indonesia dan membantu mendukung target pertumbuhan penyaluran pinjaman kami pada tahun 2024,” jelas Dewa Made Susila lagi.

Adira Finance akan terus mendiversifikasi sumber pendanaannya sebagai bagian dari strategi mendanai pertumbuhan bisnisnya.

“Saat ini pinjaman kami berasal dari bank (baik bank dalam negeri maupun luar negeri) dan pasar modal (obligasi lokal dan sukuk mudharabah), masing- masing sebesar 48% dan 52%,” ungkap Dewa Made Susila.

Baca juga :  Adira Insurance Luncurkan Produk Asuransi Roda Dua

Dengan gearing ratio sebesar 1,0 kali yang jauh di bawah ketentuan regulasi sebesar 10 kali, Perusahaan memiliki ruang gerak yang luas dalam mencari pendanaan untuk pertumbuhan bisnis ke depannya.

Adira Finance sejak tahun 1990 Biayai kredit nasabah

Adira Finance berdiri pada tahun 1990, semula dikembangkan sebagai perusahaan pembiayaan mobil, yang kemudian sejak tahun 1997 merambah ke pembiayaan sepeda motor.

Pada tahun 2004, Adira Finance menawarkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia) yang selanjutnya diambil alih oleh PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon). Saat ini kepemilikan saham Bank Danamon terhadap Perusahaan adalah sebesar 92,07%. {PO/Mir}