MISANO – Johann Zarco pebalap asal Prancis yang pernah meraih dua gelar juara dunia Moto2, yang kini bernaung di tim Red Bull KTM Factory Racing, dikabarkan di akhir tahun 2019 ini belum mendapatkan kepastian tim MotoGP yang akan mengkontraknya sebagai pebalap.

Setelah pembubaran kontrak KTM yang disepakati bersama di GP Austria, Johann Zarco berharap ia akan mendapatkan kontrak sebagai pebalap tes MotoGP, tapi juga untuk kontrak yang menguntungkan untuk musim balap 2020.

Secara resmi belum dapat dipastikan Zarco akan segera bergabung di tim MotoGP mana, namun bila melihat persaingan para pebalap untuk bergabung di tim MotoGP slot yang tersedia sangatlah terbatas, dapat dipastikan saat ini peluang Zarco untuk berlaga MotoGp sangat kecil peluangnya.

Isu yang beredar, dikabarkan Zarco telah ditolak oleh Suzuki sebagai pebalap Penguji, Saat ini Suzuki telah memiliki Sylvain Guintoli pebalap berkebangsaan Prancis juga sama seperti Zarco.

Baca juga :  Mimpi Kecil Rossi Podium di MotoGP Misano Pekan Ini

Penolakan juga dilakukan oleh Ducati Corse, yang saat ini masih terlibat kontrak hingga tahun 2021 dengan Michele Pirro pebalap asal Italia.

“Zarco tahu kami tidak memiliki ruang untuknya, Dia pembalap yang cepat, tentu saja, dia pernah menjadi Juara Dunia Moto2 dua kali. Dia tidak terlalu muda ketika datang ke MotoGP, tetapi dia mengejutkan semua orang, dia super cepat dengan Yamaha pada 2017 dan 2018.” ujar direktur olahraga Paolo Ciabatti.

Lebih lanjut Paolo menambahkan,” Zarco masih pembalap yang sangat cepat, tetapi yang saya perhatikan adalah situasinya di lingkungan pribadi tidak ideal, kinerjanya pada 2019 tidak hanya dipengaruhi oleh kinerja sepeda motornya, tetapi juga oleh beberapa fakta yang dapat dikaitkan dengan lingkungannya, kami tidak bisa menawarkan apapun padanya.”

Baca juga :  Begini Kondisi Joan Mir Usai Kecelakaan di MotoGP Ceko

Sulit bagi Zarco bila melihat kondisi dimana ia tidak dapat menemukan banyak pilihaan, untuk dapat bergabung dengan tim MotoGp yang lain.

Mungkin hanya ada sedikit harapan bagi Zarco setelah terdapat beberapa penolakan. Dikabarkan Yamaha masih memerlukan pebalap penguji.

Bersama Eric de Seynes, Presiden Yamaha Motor Europe, Zarco memiliki pendukung yang berpengaruh di sana. Pemain Prancis de Seynes telah mempromosikan dan mempromosikan transfer Loris Baz ke Ten-Kate-Yamaha di Kejuaraan Dunia Superbike pada tahun 2019.

Ada peluang tes untuk Zarco untuk musim 2020. Dia telah mencetak enam podium dengan Yamaha M1, empat posisi pole dan 2018 sampai Le Mans GP.

Namun demikian, Zarco memiliki pula peluang yang jauh lebih menguntungkan untuk tahun 2020. Karena Jorge Lorenzo serius untuk mempertimbangkan pensiun pada akhir musim. Dia telah berfikir untuk pensiun dari kariernya, sejak patah tulang dada di Assen.

Baca juga :  Honda Umumkan Program Balap Tahun 2022

Jika situasi pengunduran diri Lorenzo benar terjadi, Zarco akan menjadi kandidat pertama untuk bergabung di Repsol-Honda. Tim ini ingin melibatkan Zarco pada bulan Maret 2018, setelah ia mencapai di Tech3 Yamaha dalam tes musim dingin di Buriram dan Doha di tempat kesatu dan kedua.

Bila melihat peluang – peluang tersebut, tentu para pecinta MotoGP hanya akan tinggal menunggu kepastian, apakah Zarco akan menjadi pebalap penguji Yamaha ataukah ia akan menjadi rekan Marc Marquez di Repsol Honda. [Po/Ajr]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *