JAKARTA – Tradisi balap Keluarga Sungkar tak pernah padam. Kini muncul generasi ketiganya, El Mayka Sungkar putra Rifat Sungkar.
Sejak tahun 1970-an dunia otosport diwarnai aksi keluarga Sungkar dengan banyak prestasi. Helmi Sungkar dan Ria Sungkar sang istri menjadi pembuka generasi pertama tradisi balap keluarga sungkar.
Bersamaan dengan perjalanan waktu, dua putranya Rifat Sungkar dan Rizal Sungkar disiapkan dengan matang untuk melanjutkan tradisi balap keluarga Sungkar tersebut.
Khusus Rifat, suami Sissy Prescillia ini sukses mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang balapan baik itu di dunia reli nasional maupun internasional, drifting maupun sprint offroad.
Sejarah seperti terulang, kini estafet tersebut mulai dipersiapkan untuk generasi ketiga, El Mayka Sungkar. Remaja 12 tahun ini, disiapkan untuk melanjutkan tradisi besar keluarga Sungkar di dunia otosport.
“El Mayka Sungkar sekarang melanjutkan tradisi balap dalam keluarga kami sebagai generasi ketiga untuk meraih prestasi. The Legend Continues,” kata Rifat Sungkar kepada wartawan di Jakarta, Selasa (2/6/2026)
Rifat menjelaskan, “The Legend Continues” menjadi tonggak dirinya dan tim untuk melatih El Mayka Sungkar. Rifat Sungkar memulai perjalanan panjang dalam membentuk El Mayka sebagai pembalap masa depan.
Program ini bukan sekadar pelatihan balap, melainkan roadmap pembinaan karakter, mental, disiplin, serta nilai-nilai kehidupan yang selama ini menjadi fondasi keluarga Sungkar di dunia motorsport.
Dalam perjalanan ini, program mendapat dukungan dari Telkomsel 5G untuk memastikan proses latihan berjalan dengan optimal.
Pada tahun pertamanya, program The Legend Continues yang dimulai pada tahun 2025 itu telah memberikan landasan awal yang memuaskan.

Dan pada tahun 2026, program akan berlanjut dengan berbagai perencanaan yang lebih matang, termasuk pemanfaatan teknologi terkini untuk mendukung proses pembinaan El Mayka.
The Legend Continues, kata Rifat, bukan program untuk menciptakan tekanan kepada El Mayka agar menjadi seperti dirinya. Ini adalah perjalanan untuk memperkenalkan nilai, disiplin, kerja keras, dan rasa hormat terhadap proses.
“Saya ingin dia memahami bahwa menjadi pembalap bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga tentang karakter dan tanggung jawab,” ujar Rifat Sungkar.
Berikut program The Legend Continues yang dirancang dalam lima fase pembinaan jangka panjang yang akan dijalani El Mayka sejak usia 11 tahun hingga 17 tahun.
- Fase pertama, Foundation (2025–2026): menjadi tahap awal El Mayka mengenal dunia reli sebagai navigator dan learner. Di fase ini, ia mulai belajar membaca pace note, navigasi, membangun komunikasi di bawah tekanan, hingga memahami disiplin dan tanggung jawab sebagai bagian dari sebuah tim balap.
- Memasuki fase kedua, Transition (2027): El Mayka mulai diarahkan mengikuti kompetisi junior kelas pemula. Fokus utama bukan mengejar kemenangan, melainkan membangun pengalaman, konsistensi, dan adaptasi menuju pembalap yang lebih mandiri.
- Tahap berikutnya adalah Development (2028–2029): di mana kemampuan teknik, strategi balap, kerja tim, serta mental bertanding El Mayka akan diuji di level nasional junior. Pada fase ini, ia juga mulai diarahkan untuk membangun identitasnya sendiri sebagai pembalap muda.
- Pada fase Preparation (2030): El Mayka mulai memasuki persiapan profesional sebagai advanced driver. Tanggung jawab sebagai atlet akan semakin besar, termasuk penguatan leadership dan relasi profesional dalam dunia motorsport.
- Puncaknya berada pada fase Continuation (2031): ketika El Mayka diproyeksikan siap bersaing di level nasional maupun internasional junior sebagai independent racer yang membawa nilai-nilai keluarga Sungkar dengan caranya sendiri.
“El Mayka adalah generasi ketiga keluarga Sungkar di motorsport, tetapi saya tidak ingin dia hidup di bawah bayang-bayang siapa pun. Saya ingin dia tumbuh dengan caranya sendiri, menemukan passion-nya sendiri, dan suatu hari nanti berdiri di lintasan sebagai dirinya sendiri, bukan sekadar anak dari seorang Rifat Sungkar,” lanjutnya.
Melalui The Legend Continues, keluarga Sungkar menunjukkan bahwa warisan terbesar dalam motorsport bukan hanya trofi dan kemenangan, tetapi nilai, proses, serta keberanian untuk memulai perjalanan dari nol dengan memanfaatkan teknologi terdepan.
Meski hasrat keluarga ingin Maika fokus di olahraga balap, namun dia dibebaskan untuk melakukan kegiatan lainnya. “Saya suka sepakbola, berlatih di club dan main bola sampai ke luar negeri. Pemain idola saya adalah Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi,” kata Maika Sungkar.
Perencanaan matang telah dilakukan Rifat Sungkar untuk El Mayka Sungkar untuk terjun menjadi pembalap meneruskan tradisi balap keluarga sungkar. Sangat menarik menunggu aksi titisan sang legenda ini. {PO/Mir}

