HMPC Indonesia Usung Semangat Kepedulian di Usia 19 Tahun

JAKARTA – Mempertahankan organisasi hingga menginjak usia 19 tahun bukan hal yang mudah, tentunya membutuhkan banyak tenaga, pemikiran, kerja keras dan persiapan menuju dewasa. Hal ini dirasakan oleh Honda MegaPro Club (HMPC) Indonesia yang baru saja berulang tahun.

Mengusung tema ‘Get Up to Spirit’. Rusli Ilfan selaku ketua umum HMPC Indonesia berharap masyarakat untuk kembali bergairah mengunakan Megapro seperti masa saat – saat motor ini berjaya pada eranya.

“Usia 19 tahun Hmpc Indonesia dan Hmpc Jakarta mengusung tema ‘Get Up To Spirit’ tujuannya untuk bangkitkan kembali gairah pengguna MegaPro. 19 tahun bukan waktu yang sebentar untuk tetap ada dan eksis di dunia klub motor roda dua,” ungkap Rusli Ilfan.

Lebih lanjut Rusli menambahkan HMPC bisa bertahan karena adanya jiwa – jiwa kepedulian dan bertanggung jawab atas kecintaan terhadap organisasi ini. Jiwa sosial dan kekeluargaan menjadi fondasi yang kuat, tidak hanya terhadap internal member tetapi juga eksternal.

Bersamaan dengan perayaan HMPC ke-19, HMPC Indonesia mengadakan sejumlah rangkaian acara, pertama dengan mengalang donasi bagi korban bencana alam di Cianjur, gerakan ‘Satu Semangat Untuk Cianjur’ HMPC Indonesia juga mengajak beberapa organisasi dan perkumpulan untuk terlibat seperti GL Pro Max Riders (GPMR) Jakarta, Impax, Forum Wartawan Otomotif (Forwot).

Pendistribusian donasi dilakukan pada tanggal (3-4/11) ke Desa Sarampat, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Perwakilan dari masing masing perkumpulan ikut serta melakukan distribusi menggunakan roda dua.

Selain memberikan donasi yang menjadi kebutuhan korban bencana, peserta yang terjun ke lapangan juga turut membangun posko tambahan. Yang mana posko tersebut akan difungsikan sebagai dapur umum dan gudang barang kebutuhan masyarakat.

“Sebagai bagian dari masyarakat kegiatan sosial dengan memberikan donasi kepada korban gempa Cianjur adalah salah satu bentuk memelihara rasa peduli dan gotong royong. Kami benar – benar menyampaikan amanah dan membantu para korban bencana, bukan wisata bencana.” tutup Rusli. [Po/jdl]