BOYOLALI – Whoosah Management sukses menghadirkan kejuaraan balap bertajuk Fast Slide Attacks yang mengusung konsep penggabungan tiga cabang balap berbeda yakni drifting, slalom, dan time attacks berlangsung meriah Sabtu (22/6) di Sirkuit Boyolali, Jawa Tengah.

Ini merupakan edisi perdana Fast Slide Attacks. Whoosah Management sebagai organizer berharap konsep yang ditawarkan bisa menstimulus kebangkitan gairah motorsport nasional.

Pada edisi perdana di Boyolali ini, Fast Slide Attacks diramaikan total sebanyak 60 starter asal Jateng, DKI, Bali, hingga Kalimantan Selatan.

Arce Meyer, dari Whoosah Management mengatakan bahwa jumlah peserta sudah cukup ideal mengingat persiapan yang mepet. Apalagi ada event slalom lain yakni kejurnas U23 yang digelar di Jakarta lada waktu yang bersamaan.

Baca juga :  Drifter Indonesia Berjaya di Intersport World Stage 2018

“Ini merupakan event perdana, jadi akan lebih banyak tantangannya. Termasuk peserta dan sponsor yang masih bertanya apa sih itu Fast Slide Attacks. Jadi lewat event perdana ini kita akan tunjukkan kepada semua,” kata Arce Meyer di Sirkuit Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (22/6).

Arce menambahkan saat ini peserta memang masih didominasi dari pegiat slalom, namun pada dasarnya juga banyak dari kalangan drifter sebenarnya tertarik ikut.

Baca juga :  Populerkan Olahraga Slalom, CNN Motorsport Bikin Kegiatan Bertajuk "Gasssbuburit 2019"

“Justru banyak anak-anak drifting yang bertanya karena penasaran. Jadi biarlah event perdana ini untuk menunjukkan kepada mereka sehingga responnya mereka juga bisa melihat ternyata Fast Slide Attacks ini seru juga. Sehingga harapan kita next event mereka (drifter) akan ikutan,” lanjut Arce.

Tak hanya konsep unik nan baru, Fast Slide Attacks juga menghadirkan standar baru dalam sebuah kejuaraan otomotif.

Misalnya sistem pendaftaran yang dibuat on line agar lebih efisien. Serta tayangan live streaming dengan kualitas gambar HD untuk masyarakat bisa menyaksikan jalannya lomba.

Baca juga :  MXGP 2019, Seri Palembang Siap Berlangsung

“Jadi peserta tinggal datang bawa HP scan barcode, udah. Nggak perlu lagi ngisi-ngisi formulir. Ini standar yang kita berlakukan agar lebih praktis dan efisien. Sedangkan live streaming ini kan tidak hanya untuk masyarakat Indonesia tapi worldwide bisa menyaksikannya juga,” tutup Arce. [po/rst]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *