JAKARTA – Boleh dikatakan, minyak rem menjadi salah satu bagian di sepeda motor yang tidak banyak dikenali pemotor. Padahal fungsi minyak rem vital lho!

Mungkin juga banyak yang tak tahu letak si minyak rem pada sepeda motor. Nah, letaknya di bagian stang dalam bejana persegi empat kecil yang nampak cairannya.

Sebagaimana dikutip dari website PT AHM, dijelaskan, minyak rem merupukan salah satu komponen penting dalam sistem pengereman, khususnya sistem pengereman hidrolik pada sepeda motor yang sudah menggunakan cakram. 

Selain berfungsi untuk meredam panas yang ditimbulkan akibat gesekan cakram dan kampas saat rem bekerja, fungsi minyak rem juga untuk mendorong piston di dalam kaliper hingga membuat kampas rem dapat menekan cakram untuk memperlambat dan menghentikan putaran roda sampai sepeda motor dapat berhenti sempurna. 

Baca juga :  Keramik Busi Retak, Sebab dan Masalahnya Jika Tak Diganti

Untuk menjaga kinerja pengereman tetap optimal, penting untuk memperhatikan kondisi minyak rem secara berkala.

Nah, setelah mengenali fungsi minyak rem, penting juga untuk mengetahui jenis atau spesifikasi minyak rem sesuai jenis sepeda motornya. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penurunan kinerja rem yang bisa mengakibatkan rem blong. 

Maka dari itu pemilihan minyak rem dengan spesifikasi yang dianjurkan sangat penting bagi keselamatan pengendara sepeda motor. 

Secara umum minyak rem terbagi menjadi 3 jenis berdasarkan komposisinya: 

DOT 3: minyak rem berbahan dasar glikol. Titik didih mencapai 205°C 

DOT 4 : minyak rem berbahan dasar glikol / borate esther. Titik didih mencapai 230°C. 

Baca juga :  Saat Cuaca Panas, Perhatikan 5 Bagian Motor Ini

DOT 5 : minyak rem berbahan dasar silicon. Titik didih mencapai 260°C 

DOT sendiri merupakan kepanjangan dari Departemen Of Transportation, digunakan untuk standarisasi minyak rem.

Sementara angka 3, 4 dan 5, menunjukan tingkat ketahanan minyak rem terhadap panas. Semakin tinggi angkanya semakin tinggi titik didihnya yang berarti minyak rem semakin tahan terhadap panas. 

Ketika kampas rem bergesekan dengan cakram, maka gaya gesek akan menimbulkan panas yang akan menyebar ke lingkungan sekitar termasuk minyak rem.

Minyak rem dengan titik didih rendah akan mudah mendidih dan berpotensi menumbulkan buih. Buih itulah yang mengakibatkan adanya angin palsu dan membuat rem terasa tidak ada tekanan atau kosong/blong. 

Selain itu minyak rem bersifat higroskopis, artinya dapat menyerap air dari udara. Air dalam sistem rem dapat mendidih saat sistem rem panas, sehingga menghasilkan uap yang menyebabkan pedal rem terasa lembut atau bahkan tidak berfungsi. 

Baca juga :  Libur Panjang, Lakukan Ini Untuk Motor yang Ditinggalkan

Jika kamu sudah tahu fungsi minyak rem, maka rawatlah sistem pengereman sepeda motor agar tetap aman dan nyaman.

Ganti minyak rem sesuai panduan atau setiap 24,000 km/ 2 tahun dan gunakan Brake Fluid asli yang dianjurkan pabrikan. {PO/Mir}