TANATORAJA – Keindahan Sulawesi menjadi etape puncak MAXI Tour Boemi Nusantara. Di dataran tinggi Tana Toraja, tour yang dijalin hinga 9 etape berakhir.
Sembilan etape MAXI Tour Boemi Nusantara (MTBN) berakhir di Sulawesi Selatan, persisnya di Tana Toraja. MTBN etape ke-9 sekaligus final chapter (15–18 Agustus) menjelajahi eksotisme Tana Toraja bersama awak media nasional.
Dengan final chapter ini, touring jarak jauh MAXI Tour Boemi Nusantara (MTBN) dalam mengeksplorasi keindahan Indonesia dari Barat hingga Timur bersama skutik premium MAXI Yamaha akhirnya tiba di garis akhir.
Sembilan etape ini memiliki total perjalanan lebih dari 2.500 kilometer melintasi 5 pulau besar, yaitu Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, dan Kalimantan.
Mulai dari Toba di Sumatera Utara, Bukit Kaba di Bengkulu, Pulau Pahawang di Lampung, Kampung Naga di Jawa Barat, Teluk Pacitan di Jawa Timur, Kintamani di Bali, Sembalun di Lombok, hingga Taman Nasional Tanjung Puting di Kalteng.
Etape ke-9 terasa spesial. Selain menyuguhkan eksplorasi Tana Toraja yang kaya akan budaya, adat istiadat, sejarah, dan keindahan alam, pelaksanaannya juga bertepatan dengan momentum Hari Kemerdekaan ke-81 RI. Semangat eksplorasi dan kecintaan terhadap Tanah Air pun menjadi warna tersendiri dalam perjalanan pamungkas MTBN.
Final chapter ini sekaligus menjadi salah satu etape paling menantang. Selama empat hari eksplorasi, peserta menempuh perjalanan kurang lebih sejauh 800 kilometer dengan karakter jalan yang sangat bervariasi.
Peserta menjelajah rute mulai dari kepadatan perkotaan, jalur pesisir yang panas dengan bentangan jalan panjang, hingga pegunungan dan lembah dengan tanjakan-turunan curam serta tikungan tajam yang terkadang disertai jalan gravel bebatuan.
Frengky J. Tunandar, General Manager Marketing & Promotion, PT Suraco Jaya Abadi Motor, Main Dealer Yamaha Area Sulselbar mengatakan, dipilihnya Tana Toraja sebagai destinasi penutup karena merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Sulawesi Selatan.
Tator memiliki daya magis tersendiri, baik dari keindahan alam maupun adat istiadat dan budayanya yang sangat unik serta masih terjaga hingga lintas generasi.
“Tana Toraja menjadi potret sempurna yang merepresentasikan betapa indah dan beragamnya Indonesia sebagai salah satu negara tujuan pariwisata dunia,” ungkap Frengky J. Tunandar.
Menguak Magis Tana Para Raja
Pengalaman menguak sisi magis dan eksotisme Tana Para Raja menjadi highlight utama perjalanan final chapter. Peserta mengunjungi berbagai destinasi ikonik.

Di antaranya, hamparan Gunung Nona, Patung Yesus di Buntu Burake, kawasan adat Kete Kesu, Negeri di Atas Awan Lolai, hingga Lembah Ollon yang menawarkan bentang perbukitan hijau dengan panorama dramatis layaknya pegunungan di Swiss.
Di Lembah Ollon, momentum Hari Kemerdekaan turut dirayakan secara spesial melalui pembentangan bendera Merah Putih raksasa di puncak lembah.
Aksi tersebut menjadi simbol kecintaan terhadap Indonesia sekaligus selebrasi atas kekayaan alam Nusantara yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan MTBN.
Merajut Tali Persaudaraan
Semangat persaudaraan menjadi penutup perjalanan melalui kegiatan community gathering bersama puluhan anggota komunitas Yamaha di Toraja. Kehadiran peserta MTBN disambut hangat dan ditandai dengan penyerahan miniatur rumah adat Tongkonan.
Kehangatan bersama komunitas ini turut merefleksikan perjalanan lebih dari satu dekade MAXI Yamaha di Indonesia, di mana para penggunanya terus tumbuh dan kini telah tersebar luas di berbagai wilayah Tanah Air.
Berakhirnya final chapter di Tana Toraja, Sulawesi Selatan turut menandai tuntasnya perjalanan panjang MAXI Tour Boemi Nusantara 2026 dalam mengeksplorasi sekaligus mempromosikan kekayaan alam dan budaya Indonesia.
Lebih dari sekadar touring, perjalanan lintas pulau ini menjadi upaya untuk membawa pesona pariwisata Nusantara semakin dikenal luas, sekaligus membuktikan ketangguhan, kenyamanan, dan keandalan skutik premium MAXI Yamaha sebagai motor “Raja Touring” yang dapat mendukung hobi serta gaya hidup berkendara para penggunanya. {PO/Mir}

