JAKARTA – Tidak banyak orang seberuntung Muhammad Rochmani. Di usia 18 tahun, juara Enduro Skill Contest 2025 ini selangkah lagi wujudkan mimpi memiliki bengkel sendiri.
Usai menjadi juara Enduro Skill Contest 2025, keberuntungan terus menghampiri Muhammad Rochmani. Sebagai juara, dia mendapat kesempatan langka untuk belajar langsung dari tim balap motorsport kelas dunia saat menghadiri Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025.
Pengalaman yang memperluas wawasannya tentang dunia otomotif ini diperolehnya langsung dari mekanik kelas dunia di ajang MotoGP.
Ketertarikan Muhammad pada otomotif tumbuh sejak kecil dan membawanya memilih jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor di SMK Harapan Mulya Kendal, Jawa Tengah.
Di sekolah, ia mengikuti Enduro Home Service (EHS), program bengkel motor di SMK-SMK binaan dari PT Pertamina Lubricants (PTPL) yang membekali siswa dengan keterampilan perbengkelan roda dua dan pengalaman praktik melayani kebutuhan servis motor milik masyarakat umum.
Melalui program ini, dia tidak hanya belajar memperbaiki kendaraan, tetapi juga mengenal keterampilan wirausaha yang dibutuhkan untuk membangun usaha bengkel.
Kemampuannya berkembang dengan cepat, hingga Ia meraih juara satu kategori kewirausahaan pada Enduro Skill Contest 2025, kompetisi nasional bagi siswa SMK binaan Pertamina Lubricants.
Baca Juga: Kalender MotoGP 2027 Dirilis, Mandalika Seri ke-20
Dari kemenangan ini ia mendapatkan kesempatan langka untuk mengunjungi paddock tim balap MotoGP, yang menjadi pengalaman penting dalam mendekatkan diri pada cita-citanya.
Rika Gresia Wahyudi, Corporate Secretary Pertamina Lubricants mengatakan, Pertamina ingin memberikan ruang bagi siswa SMK untuk menunjukkan kemampuan mereka dan melihat sejauh mana ilmu yang dipelajari dapat diterapkan dalam situasi nyata.
“Melalui kompetisi seperti Enduro Skill Contest, kami berharap siswa semakin percaya diri untuk mengembangkan potensi dan mempersiapkan diri menghadapi dunia otomotif profesional,” ujar Rika Gresia.
Program Besar Pertamina Lubricants Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Program EHS dan ESC merupakan kepanjangan dari program payung Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina Lubricants, yaitu Enduro Entrepreneurship Program (EEP).
Sejak 2023, program ini berhasil melahirkan 169 bengkel binaan Pertamina Lubricants dan telah mencatat total omzet lebih dari Rp11 miliar.

EEP memberikan pelatihan keterampilan wirausaha serta dukungan usaha bukan hanya kepada sekolah SMK tapi juga kepada komunitas yang lebih beragam, mulai dari warga binaan pemasyarakatan, nelayan, hingga penyandang disabilitas dan santri.
Hingga saat ini, lebih dari 7.284 orang telah mendapatkan pelatihan, sementara program secara keseluruhan telah menjangkau lebih dari 82.000 penerima manfaat di Indonesia.
Baca Juga: Digelar Akbar, GAIKINDO Auto Week 2026 Serentak di 10 Kota
Program ini, jelas Rika Gresia Wahyudi, bukan sekedar meningkatkan kemampuan teknis. Tetapi keterampilan yang sudah dimiliki masyarakat bisa benar-benar digunakan untuk menjalankan usaha secara mandiri dan melayani kebutuhan di sekitarnya.
“Karena itu, selain peningkatan kapasitas kami juga memberikan pendampingan terkait pengelolaan bengkel, pemasaran, sampai bagaimana mengembangkan usaha dan melayani pelanggan,” tambah Rika.
Pendekatan ini menerapkan model Creating Shared Value (CSV), di mana pemberdayaan dan pengembangan masyarakat berjalan seiring dengan terciptanya aktivitas ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan perusahaan.
Capaian omzet tinggi yang diraih bengkel-bengkel binaan didapat dari penjualan oli Pertamina Enduro, jasa perawatan dan perbaikan kendaraan, serta penjualan suku cadang.
Enduro Skill Contest Kembali Diadakan Tahun Ini
Kini, yunior Muhammad Rochmani berkesempatan untuk mengasah keterampilan dan menguji kemampuan kembali hadir melalui Enduro Skill Contest (ESC) 2026.
Sebanyak 13 dari 55 SMK binaan Pertamina Lubricants akan berkompetisi pada 30 September–1 Oktober 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung.
Kompetisi tahun ini kembali mencakup tiga kategori, yaitu Dutapreneur yang menguji kemampuan kewirausahaan, Social Media Competition, serta Mechanical Skill yang berfokus pada kompetensi teknis perbengkelan roda dua.
Para pemenang dari ESC tidak hanya mendapatkan hadiah tetapi juga kesempatan untuk melihat langsung dan mempelajari standar teknis tim balap motorsport kelas dunia yang akan berlaga di Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 pada bulan Oktober. {PO/Mir}

