Kawal Rifat, El Mayka Sungkar Hadapi Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally 2026

SEMARANG – Program The Legend Continues yang melibatkan Rifat dan El Mayka Sungkar mendapat tantangan di putaran 2 Kejurnas Sprint Rally 2026.

Upaya regenerasi motorsport Indonesia melalui program The Legend Continues mulai mendapatkan tantangan. Dua jagoannya, pasangan pereli dan navigator Rifat Sungkar dan putranya El Mayka Sungkar (Team RS-Telkomsel 5G) siap menghadapi Kejuaraan Nasional Sprint Rally 2026 putaran 2 yang berlangsung di Sirkuit POJ City, Semarang, pada 6-7 Juni 2026.

Keduanya memiliki kenangan manis di lintasan sepanjang 4,6kilometer tersebut. Pada Kejurnas Sprint Rally 2025, Rifat dan Mayka berhasil tampil dominan dan meraih kemenangan.

Namun musim ini, target yang dibawa tidak semata-mata mengejar podium, melainkan melanjutkan proses pembelajaran yang menjadi inti dari program The Legend Continues.

Sirkuit POJ City yang menjadi arena Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally 2026 memiliki karakter cepat dan mengalir dengan kombinasi tikungan beruntun yang menuntut akurasi tinggi dalam pembacaan lintasan serta komunikasi antara pereli dan navigator. Karakter ini menjadi arena ideal bagi Mayka untuk terus mengasah kemampuan dasarnya sebagai navigator muda.

Baca Juga: El Mayka Sungkar Lanjutkan Tradisi Balap Keluarga Sungkar

Menurut Rifat Sungkar, perkembangan yang ditunjukkan Mayka dalam persiapan di Sirkuit POJ City menjadi salah satu pencapaian penting dalam proses pembinaannya.

“Mayka menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Saat ini dia sudah mulai dapat berorientasi dan membuat pace note sendiri. Hal itu merupakan kemajuan yang signifikan. Dia menjadi lebih sensitif terhadap detail lintasan, lebih rajin mempelajari catatan, bahkan sering menulis ulang pace note di saat senggang. Saya melihat proses belajarnya berjalan ke arah yang tepat,” ujar Rifat.

Pereli yang telah mengoleksi berbagai gelar nasional dan internasional tersebut juga menilai kemampuan analisis Mayka terus meningkat. Diskusi teknis mengenai tikungan, jarak, hingga karakter lintasan kini menjadi bagian rutin dari persiapan mereka menjelang perlombaan.

“Sekarang Mayka sudah lebih sering saya ajak berdiskusi mengenai tikungan, jarak, dan berbagai aspek teknis lainnya. Dari situ saya melihat tingkat akurasinya semakin baik. Untuk putaran ini, target utama kami adalah menambah jam terbang, meningkatkan kelancaran membaca pace note, dan memperkaya pengalaman kompetisi,” lanjutnya.

Pada Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally 2026, Rifat dan Mayka akan turun di Kelas R3, salah satu kelas yang memiliki tingkat persaingan ketat dengan jumlah peserta yang cukup banyak. Bagi Rifat, situasi tersebut menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan aspek strategi balap kepada putranya.

“Saya ingin Mayka mulai memahami peta kompetisi yang ada di kelas kami. Mengenali kompetitor merupakan bagian penting karena nantinya akan berkaitan dengan strategi balap. Saya ingin dia belajar melihat kompetisi secara lebih luas, bukan hanya fokus pada mobil yang kami gunakan,” katanya.

Baca juga:

Meski pernah meraih kemenangan di Sirkuit POJ City pada musim sebelumnya, Rifat menegaskan bahwa hasil akhir bukanlah ukuran utama dalam program The Legend Continues.

“Saya tidak menjadikan hasil lomba sebagai parameter utama keberhasilan Mayka. Yang paling penting adalah bagaimana dia terus berkembang, membuka jaringan dengan pereli lain, belajar dari lingkungan kompetisi, serta menunjukkan konsistensi untuk menjalani musim balap secara penuh. Semua itu merupakan fondasi yang jauh lebih penting bagi masa depannya di dunia motorsport,” tegas Rifat.

Program The Legend Continues sendiri mendapatkan dukungan penuh dari Telkomsel melalui Telkomsel 5G yang selama ini konsisten berkontribusi terhadap pengembangan olahraga otomotif nasional dan pembinaan talenta muda Indonesia.

Dukungan terhadap Rifat dan El Mayka yang diberikan Telkomsel 5G merupakan bagian dari komitmen Telkomsel untuk mendorong lahirnya generasi baru motorsport Indonesia yang kompetitif dan berkarakter.

Kejurnas Sprint Rally 2026 merupakan bagian dari fase pertama dari 5 fase dalam program The Legend Continues. Di akhir program nanti, pada tahun 2031, El Mayka Sungkar diharapkan sudah siap berlaga sebagai pereli sejati di tingkat nasional maupun internasional.

Sebuah proses panjang yang tidak hanya mengejar hasil, tetapi juga membangun pengalaman, karakter, dan pengetahuan yang akan menjadi bekal bagi lahirnya generasi baru keluarga Sungkar di arena reli nasional. {PO/Mir}