Bikers Royal Enfield Bergerak Dinamis, Pengurus Barunya Tancap Gas

JAKARTA – Pergerakan dinamis terlihat pada pengurus baru Royal Riders Indonesia (RoRI). RoRI 2026-2026 langsung tancap gas dengan program 100 hari.

Pengurus baru, semangat baru. Hal inlah yang tampak pada komunitas Royal Riders Indonesia (RoRI). Komunitas penunggang motor Royal Enfield ini baru saja menuntaskan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I RoRI 2026.

Rakernas I RoRI 2026 yang digelar di sekretariat RoRI di jakarta, Sabtu (5/9) menyatukan arah Pengurus Pusat, 17 Chapter, dan 24 Sub-Chapter. Event penting ini sekaligus membuka fase pembenahan organisasi, digitalisasi, dan penguatan demokrasi internal.

Hebatnya RoRI langsung menetapkan delapan program prioritas untuk 100 hari pertama kepengurusan periode 2026–2028. Inilah salah satu hasil utama Rakernas I RoRI 2026.

Rakernas menjadi kick-off kepengurusan baru sekaligus momentum konsolidasi nasional untuk menyatukan pemahaman, arah, dan langkah Pengurus Pusat, Chapter, serta Sub-Chapter.

Sebagaimana diketahui, RoRi telah tumbuh selama satu dekade menjadi wadah tinggi bikers Royal Enfield.

Mengusung semangat “Forever Solidarity”, RoRI menegaskan bahwa pembenahan organisasi tidak dimaksudkan untuk meninggalkan legacy satu dekade sebelumnya, melainkan memperkuat fondasi agar persaudaraan tetap terjaga ketika organisasi terus berkembang.

“Yang sudah baik kita lanjutkan, yang belum rapi kita rapikan, yang belum selesai kita tuntaskan, dan yang perlu diperbarui kita perbarui. Target 100 hari pertama adalah rapikan fondasi dan mulai bergerak,” tegas Ambar Widodo, Presiden RoRI 2026–2028.

Baca Juga: MotoGP San Marino 2026 Akhir Pekan Ini: Ketat Martin & Marquez

Ambar menekankan bahwa komunitas yang semakin besar membutuhkan sistem yang semakin baik: data yang benar, administrasi yang tertib, tata kelola keuangan yang transparan, komunikasi yang sehat, serta aturan yang mampu menjaga rasa adil kepada seluruh anggota.

Delapan Program 100 Hari

Program “Rapikan Fondasi, Mulai Bergerak” mencakup:

  1. Pembenahan organisasi dan administrasi
  2. Validasi database anggota nasional
  3. Tata kelola dan transparansi keuangan
  4. Standardisasi atribut dan patch
  5. National Activity Calendar
  6. Digitalisasi RoRI
  7. Renewal dan pembentukan Pokja ART
  8. Konsolidasi Chapter dan Sub-Chapter

Setiap program diarahkan memiliki target, penanggung jawab, tenggat waktu, progres, dan output yang dapat dievaluasi. Dengan cara itu, Program 100 Hari tidak berhenti sebagai daftar agenda, tetapi menjadi ukuran awal kinerja kepengurusan RoRI 2026–2028.

Satu Data, Satu Arah Kegiatan Nasional

Salah satu fondasi utama yang disiapkan adalah One RoRI Database, yaitu satu basis data anggota nasional yang valid untuk mendukung membership, administrasi, komunikasi, kegiatan, hingga pengembangan digital organisasi.

Tahap awal digitalisasi juga mencakup integrasi administrasi, membership, kalender kegiatan, dan komunikasi. Dengan 17 Chapter dan 24 Sub-Chapter, RoRI juga akan memperkuat koordinasi pusat dan daerah melalui National Activity Calendar.

Baca Juga: Ketua IMI Jakarta, Rudi Bratanusa Janji Bikin Otomotif DKI Lebih Meriah

Agenda Pengurus Pusat, Chapter, dan Sub-Chapter akan diselaraskan untuk mengurangi benturan jadwal sekaligus membuka lebih banyak ruang kolaborasi antarwilayah.

“PP memberikan arah dan koordinasi nasional. Marshal memimpin Chapter dan Deputy Marshal mengembangkan Sub-Chapter. Kita ingin daerah tetap memiliki ruang untuk tumbuh dan berinovasi, tetapi semuanya bergerak dalam satu arah besar RoRI,” ujar Ambar Widodo,

Renewal dan Jalan Menuju One Member, One Vote

Kepengurusan 2026–2028 membawa pendekatan Renewal. Renewal tidak dimaknai sebagai mengganti identitas RoRI atau meninggalkan legacy yang telah dibangun, tetapi menjaga yang sudah baik, memperbaiki yang perlu, dan mempersiapkan organisasi menghadapi masa depan.

Prinsip kepengurusan diarahkan pada kepatuhan terhadap AD/ART, keadilan kepada seluruh anggota, tertib administrasi, transparansi keuangan, komunikasi terbuka, serta persaudaraan sebagai fondasi organisasi.

RoRI juga akan membentuk Pokja ART untuk mengkaji penyempurnaan aturan organisasi melalui proses review, penyerapan aspirasi, penyusunan perbaikan, konsultasi, hingga rekomendasi.

Langkah tersebut menjadi bagian dari roadmap jangka panjang menuju konsep One Member, One Vote atau Satu Member, Satu Suara.

Validitas database, kejelasan membership, kesiapan sistem digital, dan dukungan ART diposisikan sebagai fondasi sebelum konsep tersebut dapat diwujudkan.

100 Hari Rapikan Fondasi, 2 Tahun Tinggalkan Legacy

RoRI menetapkan roadmap sederhana: 100 Hari Rapikan Fondasi; 1 Tahun Kuatkan Sistem; 2 Tahun Tinggalkan Legacy.

Legacy yang dituju bukan sekadar banyaknya event, melainkan organisasi yang lebih tertib, memiliki data valid, keuangan transparan, sistem modern, aturan relevan, daerah yang kuat, demokrasi yang lebih partisipatif, serta persaudaraan yang semakin solid.

“Saya tidak ingin Rakernas ini selesai hanya dengan foto bersama dan dokumen program kerja. Seratus hari dari hari ini, kita harus bisa melihat apa yang benar-benar sudah kita selesaikan,” kata Ambar Widodo.

Forever Solidarity

Rangkaian Rakernas I RoRI 2026 juga mencakup peresmian Sekretariat Pusat, penyampaian LPJ dan serah terima kepengurusan 2024–2026 kepada kepengurusan 2026–2028.

Juga penataran Panca Bahagia oleh Founder Royal Riders Indonesia, sosialisasi AD/ART, sinkronisasi program kerja, penyusunan kalender kegiatan nasional, hingga penyematan pin dan penyerahan SK Marshal/Deputy Marshal. {PO/Mir}