Bawa Teknologi Super Irit, BYD M6 DM Mengaspal di Indonesia

JAKARTA – Setelah fokus pada mobil listrik, kini BYD perkenalkan mobil hybrid. BYD M6 DM mengaspal di Indonesia dengan membawa teknologi super irit.

Dua tahun di Indonesia, merek BYD kembali menggebrak. Jika di awal kehadirannya tahun 2024 brand asal Tiongkok ini mengusung mobil listrik dengan harga kompetitif dan meledak, Kini BYD hadirkan mobil Hybrid. BYD M6 DM mengaspal di Indonesia.

Pilihan BYD Indonesia dengan meresmikan  BYD M6 DM mengaspal di Indonesia bisa dikatakan sebagai langkah cemerlang. Mobil dengan dual mode (DM) bisa menjadi jalan tengah, tetap hemat seperti EV, tetapi tidak terlalu bergantung charger.

Mobil dengan teknologi DM yang dikembangkan BYD hadir dengan sistem kendaraan hybrid yang menggabungkan mesin bensin dan motor listrik agar mobil lebih hemat, bertenaga, dan ramah lingkungan.

Di Indonesia, seri perdana yang hadir dengan DM Technology adalah BYD M6 DM. Setelah melalui rangkaian uji coba, BYD M6 DM resmi diperkenalkan di Spike Dome PIK Jakarta, Senin (15/5/2026). Seri M6 DM dipilih, karena mobil keluarga yang banyak disukai pasar Indonesia.

Dalam perlenalan ini, BYD belum menetapkan harga sang mobil. Meski begitu, masyarakat yang penasaran bisa melihat unit, melakukan test drive, dan memesan BYD M6 DM mulai 19 Mei 2026 di seluruh jaringan dealer BYD di Indonesia.

Super Irit, 1 liter Tempuh 65 Km

Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao menjelaskan, BYD M6 DM hadir sebagai jawaban bagi konsumen Indonesia yang menginginkan efisiensi kendaraan listrik, tapi masih membutuhkan fleksibilitas perjalanan jarak jauh tanpa bergantung penuh pada pengisian daya listrik.

Karena itu, mobil ini sangat cocok untuk pasar Indonesia yang di beberapa wilayah masih minim infrastruktur pengisian daya listrik.

Salah satu fakta heboh yang mengiringi kehadiran BYD M6 DM adalah soal keiritannya. Dikatakan bahwa 1 liter bensin pada mobil ini bisa menempuh jarak 65 Km. Soal keiritan mobil ini mirip dengan sepeda motor matic kelas bawah.

Sementara mode listrik pada M6 DM yang dibekali Blade Battery Lithium Iron Phosphate (LFP) dalam kondisi baterai penuh, diklaim mampu menempuh lebih dari 100 kilometer menggunakan mode listrik murni berdasarkan standar WLTP.

Tiga Mode Berkendara

Sebagai kendaraan hybrid, ada tiga mode berkendara yang ada di mobil ini. Pertama mode listrik murni, di mana roda mobil digerakkan 100 persen oleh motor listrik yang tenaganya berasal baterai blade. Mesin bensin mati total tanpa ada getaran atau suara.

Mode ini sangat ideal jika digunakan untuk menembus kemacetan harian yang padat di perkotaan karena konsumsi bensin Anda menjadi nol.

Mode kedua adalah HEV series mode. Di sini, mesin bensin akan menjadi generator pintar, menyala secara otomatis untuk menjadi pemasok daya bagi motor penggerak. Sebagian daya dialirkan untuk mengisi ulang baterai.

Mode ketiga adalah HEV parallel mode. Mesin bensin dan motor listrik akan bekerja bersama-sama secara simultan menghasilkan torsi puncak yang responsif.

Sebagaimana dikatakan Presdir Eagle Zhao, teknologi DM dikembangkan untuk menjawab kebutuhan konsumen yang menginginkan kendaraan hemat, nyaman, sekaligus tetap modern. “BYD M6 DM hadir dengan filosofi gesit, andal, senyap, dan superirit,” ujarnya.

Dengan filosofi hebat ini, BYD M6 DM hadir sebagai mobil alternatif dengan mengedepankan hemat BBM,
 tarikan responsif,
kabin lebih senyap,
emisi lebih rendah, bisa digunakan tanpa sering charging dengan jarak tempuh jauh

Dengan sistem yang lebih kompleks, setelah BYD M6 DM mengaspal di Indonesia, kita tinggal menanti harganya. Ditunggu apakah bandrol BYD M6 DM lebih mahal atau malah lebih murah dibanding mobil listrik murni atau mobil bensin biasa. {PO/Mir}