SEPANG, MALAYSIA – Bagnaia bangkit dari rentetan hasil buruk dengan jadi juara Sprint Race MotoGP Sepang 2025. Alex Marquez amankan runner-up MotoGP 2025.
Hari kebangkitan itu akhirnya tiba juga untuk Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo Team). Usai raihan buruk di Motegi dan Mandalika, comeback gemilang dilakukan pembalap Italia itu dengan menjadi juara Sprint Race MotoGP Sepang 2025.
Bahkan, Bagnaia tampil perkasa di sprint race yang berlangsung Sabtu (25/10). Ia berhasil mengonversi pole position menjadi juara Sprint Race MotoGP Sepang 2025. Bahkan dia menang dominan dengan gap finis yang berjarak dua detik lebih.
Alex Marquez (BK8 Gresini Racing MotoGP) mengamankan posisi kedua. Hasil ini pun memastikannya sebagai Runner-Up MotoGP 2025.
Sedangkan raihan finis ketiga mengantarkan Fermin Aldeguer menjadi Rookie of the Year. Meski begitu, ia dalam investigasi atas dugaan pelanggaran tekanan ban.
Aldeguer Dipenalti tekanan ban
Ya, hasil investigasi FIM MotoGP Steward memutuskan, bahwa Fermin Aldeguer (BK8 Gresini Racing MotoGP) melakukan pelanggaran tekanan ban dalam balapan Tissot Sprint di GP Malaysia.
Sebagai hukumannya, sang rookie diganjar penalti delapan detik. Ia pun turun dari posisi ketiga menjadi finis ketujuh, menempatkannya di belakang Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) yang naik ke urutan keenam.
Selain itu, menyusul dipenaltinya Aldeguer, maka ini sekaligus memastikan Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing) naik podium tiga Sprint MotoGP di Sepang.
Meski begitu, penalti yang diterima Aldeguer tak memengaruhinya statusnya yang baru saja dinobatkan sebagai Rookie of the Year.
Bagnaia Tampil Perkasa
Bagnaia melakukan start bagus untuk merebut posisi terdepan selepas lampu merah padam, diikuti Alex Marquez dan Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing) yang naik ke posisi ketiga.
Sedangkan di belakang ketiga pembalap terjadi persaingan awal antara Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP Team), Franco Morbideli (BK8 Gresini Racing Team), Joan Mir (Honda HRC Castrol) serta Aldeguer yang memperebutkan posisi keempat. Sayang, Mir tersingkir setelah terjatuh di Tikungan 9 pada Lap 5.

Saat barisan tengah bersaing secara intens, Bagnaia memimpin dengan sangat nyaman. Ia kembali menemukan performa terbaiknya, sembari menjaga ritme. Di tempat lain, Alex Marquez berjuang menahan serangan Acosta, sedangkan Aldeguer merangsek naik setelah menaklukkan Morbidelli dan Quartararo.
Tiga lap tersisa, Bagnaia makin sulit dikejar. Keunggulannya menyentuh hampir 2,5 detik. Alex Marquez pun akhirnya memilih untuk mengamankan posisi kedua, sementara Aldeguer merebut tempat ketiga dengan menyalip Acosta di Tikungan 9. El Tiburon berupaya membalas, tetapi aksinya yang melebar di Tikungan 15 memupuskan peluangnya.
Kemenangan diraih Bagnaia, kali kedua ia mengemas medali emas dalam balapan Sprint – sebelumnya finis pertama di Motegi. Lalu, skuad Gresini Racing berpesta merayakan podium ganda Alex Marquez dan Aldeguer, sedangkan Acosta harus puas finis keempat. Morbidelli mengklaim posisi kelima, di depan Quartararo.
Marco Bezzecchi berhasil comeback dari grid start P14 menjadi finis P7. Namun, ia kehilangan peringkat ketiga klasemen Kejuaraan yang direbut oleh Bagnaia. Kemudian, dua pembalap lain yang finis dalam zona poin, yakni Johann Zarco (Castrol Honda LCR) serta Enea Bastianini (Red Bull KTM Tech3).
Honda HRC Castrol memetik raihan mengecewakan. Usai terjatuhnya Mir, rekan setim Luca Marini ikut menyusul ksaat tersungkur di Tikungan 14 pada tiga lap terakhir. Miguel Oliveira (Prima Pramac Yamaha MotoGP) juga bernasib sama.
Bagnaia boleh tersenyum lagi setelah hasil buruk membayanginya. Kini dia juara Sprint race MotoGP Sepang 2025. Besok, dengan bekal pole position, dia punya peluang besar untuk kembali menguasai balapan. {PO/Mir)

