Ramaikan GIIS 2024, Citroën Akan Produksi Ë-C3 CKD Indonesia

TANGERANG – Mobil asal Prancis, Citroën ikut GIIAS 2024. Di booth-nya, Citroën mengumumkan akan mulai produksi Citroën Ë-C3 secara CKD

Semangat tinggi tengah merasuki brand Citroën di Indonesia. Paska terbitnya izin untuk mengikuti program Kendaraan Listrik Berbasis Baterai, membuat Citroën Ë-C3 All Electric dapat diimpor dalam keadaan utuh (CBU).

Bahagianya lagi, Citroën Ë-C3 didatangkan dengan bea masuk 0% dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) yang ditanggung Pemerintah. Selanjutnya, kendaraan listrik ini akan diproduksi secara CKD di fasilitas produksi dalam negeri.

Seluruh rangkaian pencapaian Citroën Indonesia saat ini menjadi bukti komitmen jangka panjang dalam menggarap pasar kendaraan bermotor di Indonesia sekaligus mendukung program Pemerintah Indonesia memasuki era mobilitas elektrifikasi.

Di ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024, PT Indomobil National Distributor selaku Agen Pemegang Merk (APM) Citroën di Indonesia kembali berpartisipasi dengan mengusung tema #FromFranceforIndonesia.

Booth bernuansa khas Prancis ini dibuka mulai 17-28 Juli 2024 di booth 3C Hall 3, ICE BSD, Tangerang. Citroën menampilkan beragam model unggulannya.

Citroën merupakan brand otomotif asal Prancis yang didirikan sejak 1919, dan dikenal dengan desainnya yang unik dan fungsional serta menawarkan kenyamanan terbaik di kelasnya.

Citroën resmi memperkenalkan model-modelnya di Indonesia pada tahun 2023 dan telah memiliki 19 dealer di berbagai kota, dan akan mencapai 22 dealer hingga akhir tahun 2024.

Upaya Citroën dalam membangun brand dan customer experience juga diwujudkan melalui dibangunnya Parts Center di Purwakarta untuk menunjang ketersediaan parts Citroën, serta disiapkannya teknisi terlatih di setiap dealer untuk melayani kebutuhan pelanggan.

Selain itu, untuk memperkenalkan model-model Citroën ke lebih banyak pelanggan, Citroën Indonesia juga menggelar program “Comfort Drive Challenge” dengan menyediakan 100 unit test drive All New Citroën C3 Aircross SUV yang dapat dicoba oleh konsumen selama satu minggu di semua dealer resmi Citroën.

Pada Mei 2024, Citroën menjadi brand pertama yang resmi memperoleh persetujuan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk berpartisipasi dalam Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

Kebijakan pemerintah ini membuat Citroën dapat mengimpor mobil EV dengan insentif dari pemerintah selama masa transisi hingga dimulainya produksi dalam negeri. Sejak diterimanya persetujuan tersebut, Citroën mulai menyerahkan mobil Citroën Ë-C3 kepada pemesan di berbagai kota.

Kini, di ajang GIIAS 2024, Citroën mengumumkan rencana untuk melanjutkan langkahnya ke arah produksi Citroën Ë-C3 secara CKD alias lokal di Indonesia. 

Langkah awal ini dimulai dengan peresmian produksi dalam negeri hasil kerjasama antara PT Indomobil National Distributor, Stellantis dan PT Nasional Assemblers yang merupakan perusahaan perakitan dibawah naungan Indomobil Group yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat. 

Tan Kim Piauw sebagai Chief Executive Officer PT Indomobil National Distributor menyatakan bangganya Citroën yang telah begitu banyak meraih pencapaian selama hampir 2 tahun sejak diumumkannya kehadirannya di Indonesia.

“Dan pada kesempatan hari ini, kami telah mewujudkan salah satu langkah strategis Citroën untuk memulai produksi dalam negeri untuk model Citroën Ë-C3 All Electric, sebagai langkah awal dalam menggarap pasar kendaraan listrik di Indonesia dan menciptakan mobilitas bebas emisi,” ujar Tan Kim Piauw.

Peresmian produksi Citroën Ë-C3 secara CKD ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) untuk memproduksi model Citroën Ë-C3 All Electric secara lokal yang akan dimulai pada bulan Agustus 2024.

MOU diwakili Tan Kim Piauw sebagai CEO PT Indomobil National Distributor, Daniel Gonzales sebagai COO ASEAN & General Distributors Stellantis, serta Willianto Husada sebagai Director of Manufacturing Indomobil Group.

Dengan total investasi sebesar Rp 381 milliar, Citroën berharap dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja untuk menunjang proses produksi.

Selain itu, Citroën juga turut mendukung industri otomotif dalam negeri dengan melakukan lokalisasi Citroën E-C3 All Electric, guna mencapai persyaratan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) sebesar minimal 40%.

Pada kesempatan yang sama, Daniel Gonzalez sebagai COO ASEAN & General Distributors dari Stellantis mengatakan, meskipun beberapa tahun terakhir penuh dengan tantangan, Stellantis selalu menganggap penting pasar otomotif Indonesia yang dibuktikan dengan masuknya Citroën ke pasar otomotif Indonesia sejak akhir 2022 yang lalu.

Dengan ditandatanganinya kesepakatan untuk produksi Citroën Ë-C3 secara CKD, tentu membuktikan komitmen jangka panjang Citroën untuk mendukung program pemerintah dalam transisi menuju era elektrifikasi di Indonesia.’’

Citroën Tampilkan Tiga Mobil Modifikasi di GIIAS 2024

Pada ajang GIIAS 2024 Citroën menampilkan tiga model mobil edisi khusus dengan mengusung berbagai tema unik. Diantaranya yaitu Citroën C3 Aircross SUV Edition Aventure, sebuah mobil yang mengusung tema adventure dengan pengaplikasian ban berukuran besar dan aksesori di beberapa bagian yang semakin menguatkan tampilan gagah sekaligus maskulin.

Selain itu, Citroën juga menghadirkan Citroën E-C3 Edition Le Sportif yang memadukan warna putih, hitam dan merah dengan desain garis yang tegas untuk memberikan kesan sporty.

Sedangkan untuk model ketiga, Citroën menampilkan Citroën E-C3 Edition Blanche yang tampil elegan dengan didominasi warna putih pada bagian eksterior.

Selain tiga unit mobil edisi khusus, Citroën juga menghadirkan unit Citroën E-C3 All Electric, All New Citroën C3 Aircross SUV dan Citroën C5 Aircross SUV. {PO/Mir}