Penjualan Mobil Turun, Tapi Laba Adira Finance 2024 Naik

JAKARTA – Meski penjualan mobil menurun, namun laba Adira Finance 2024 naik. Adira Finance tercatat mengelola piutang pembiayaan yang relatif stabil sebesar Rp56,0 triliun.

Dengan beragam pengaruh baik dari dalam maupun global membuat penjualan mobil di Indonesia turun. Dari data Gaikindo, penjualan ritel kendaraan roda empat baru turun secara signifikan sebesar 11%, menjadi 890 ribu unit. Dalam kondisi ini, laba Adira Finance 2024 naik.

Laba Adira Finance 2024 naik berkat beberapa sektor pembiayaan yang mengalami penaikan. Antara lain meningkatkanya penjualan sepeda motor yang mengalami peningkatan sebesar 5% y/y yaitu menjadi 6,3 juta unit dari sebelumnya 6,0 juta unit di tahun 2023.

Selanjutnya, laba Adira Finance 2024 naik juga berkat upaya perusahaan menerapkan strategi yang lebih selektif dalam menyalurkan pembiayaan selama tahun 2024.

Sebagai hasilnya, pembiayaan baru Adira Finance pada tahun 2024 tercatat menurun sebesar 12% y/y menjadi Rp36,6 triliun. Meski mencatatkan penurunan pada total pembiayaan baru, Adira Finance berhasil mencatatkan pertumbuhan pembiayaan non- otomotif sebesar 10% y/y menjadi Rp9,8 triliun.

Baca Juga: Puluhan Penghargaan Untuk Adira Finance Sepanjang 2024

Sebagian besar pembiayaan non-otomotif saat ini dikontribusi oleh pembiayaan multiguna melalui produk ‘Solusi Dana.

“Sementara itu, piutang pembiayaan yang dikelola Perusahaan (termasuk pembiayaan bersama) relatif stabil sebesar Rp56,0 triliun ‘” kata Dewa Made Susila, Presiden Direktur Adira Finance.

Adira Finance terus berinovasi dengan melakukan ekspansi ke segmen non-otomotif yang mencakup pembiayaan multiguna, alat berat, dan lainnya. Pada bulan November 2024, Adira Finance meluncurkan produk pembiayaan multiguna yaitu “Solusi Dana”.

Solusi Dana merupakan produk pembiayaan multiguna dengan jaminan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) kendaraan yang memungkinkan pelanggan memenuhi berbagai kebutuhan finansial, mulai dari pendidikan, renovasi rumah, hingga modal usaha.

Pembiayaan konvensional masih mendominasi pembiayaan baru dengan kontribusi 75% dari pembiayaan baru, sementara pembiayaan syariah tercatat mewakili 21% dari total pembiayaan baru. Berbagai inisiatif ini terus dilakukan sebagai upaya untuk membangun kesadaran pasar akan produk-produk Perusahaan yang berbasiskan syariah.

Di sisi lain, sebagai bagian dari komitmen terhadap transisi energi bersih di Indonesia, Adira Finance juga menyediakan pembiayaan kendaraan listrik (EV), baik roda dua maupun roda empat. Sepanjang tahun 2024, Adira Finance mencatatkan penyaluran pembiayaan baru EV mencapai Rp379,6 miliar.

Untuk dapat terus meningkatkan penyaluran pembiayaan, Adira Finance memperluas jaringan bisnisnya secara selektif di wilayah-wilayah yang berpotensi tinggi dan masih rendah penetrasi. Hingga Desember 2024, Adira Finance telah mengoperasikan 508 jaringan bisnis di seluruh Indonesia, termasuk cabang syariah.

Sementara itu, dari sisi digital, Perusahaan terus mengoptimalkan penjualan melalui platform digital seperti Adiraku, momobil.id, momotor.id, dan dicicilaja.com.

Selain itu, pada tahun 2024, Perusahaan juga meluncurkan aplikasi mobile “Danadira” yang merupakan aplikasi untuk pengajuan pembiayaan dana instan dari Adira Finance yang semua prosesnya dilakukan secara digital dan langsung dari ponsel mulai dari pengajuan pembiayaan hingga pencairan dana tunai, serta pembayaran angsurannya.

Melalui berbagai platform digital ini, Adira Finance menawarkan Solusi keuangan yang nyaman dan mudah diakses di segala tingkatan kebutuhan pelanggan, sehingga mendorong peningkatan pada akuisisi pelanggan dan penjualan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Adira Finance telah sukses menggelar Festival Pasar Rakyat (FPR) di di lima pasar tradisional.

Selain itu, sejalan dengan upaya Adira Finance dalam mendukung pertumbuhan ekosistem otomotif, Adira Finance kembali berpartisipasi dalam IIMS 2025 sebagai Official Multifinance Partner, bersama dengan Bank Danamon dan MUFG sebagai Official Bank Partner, serta momobil.id dan momotor.id sebagai Official Trade-in Partner.

Acara yang diselenggarakan pada 12–23 Februari 2025 ini menjadi wadah bagi Adira Finance untuk memperkenalkan solusi pembiayaan inovatif yang mempermudah pelanggan dalam memiliki kendaraan. Selain itu, perusahaan juga menghadirkan Solusi Dana, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan finansial yang lebih luas.

Sylvanus Gani Mendrofa, Direktur Keuangan Adira Finance menjelaskan, dari sisi keuangan, perusahaan mencatatkan total pendapatan mencapai Rp 10,0 triliun, naik sebesar 5% jika dibandingkan tahun lalu.

Sementara itu, total beban meningkat sebesar 17% y/y menjadi Rp8,2 triliun, terutama disebabkan naiknya biaya pendanaan dan biaya kredit. Akibatnya, laba bersih Perusahaan setelah pajak terkoreksi menjadi sebesar Rp 1,4 triliun.

“Dengan demikian, Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) Perusahaan masing- masing tercatat menjadi sebesar 5,3% dan 12,7%.” Kata Sylvanus Gani Mendrofa.

Dari sisi pendanaan, Perusahaan terus melakukan diversifikasi sumber pendanaan baik melalui dukungan berkelanjutan dari pembiayaan bersama dengan Perusahaan induknya, Bank Danamon, dan memperoleh pinjaman eksternal dari bank (baik bank dalam negeri maupun luar negeri) serta pasar modal (obligasi lokal dan sukuk mudharabah).

Per posisi Desember 2024, pembiayaan bersama mewakili 48% dari piutang yang dikelola. Sementara itu, total pinjaman Perusahaan pada Desember 2024 meningkat sebesar 11% y/y menjadi Rp17,9 triliun, terdiri dari pinjaman bank (dalam negeri dan luar negeri) dan obligasi & sukuk masing-masing berkontribusi 60%:40%. Hasilnya, gearing ratio sebesar 1,7 kali pada Desember 2024.

Selamat buat laba Adira Finance 2024 yang naik serta capaian mengelola piutang pembiayaan 2024 sebesar Rp56,0 triliun. {PO/Mir}