JAKARTA – Motor listrik VinFast masuk Indonesia menjadi kabar besar. Sebelumnya bran asal Vietnam ini sukses dengan mobil listriknya.
Salah satu kabar besar di dunia otomotif Indonesia, khususnya di segmen roda dua adalah motor listrik VinFast masuk Indonesia. Gaungnya sanga besar. Secara spesial puluhan jurnalis laksana menjumput e-Scooter VinFast ke Vietnam langsung.
Undangan ke negeri asalnya, menunjukkan perkembangan masif motor listrik VinFast di tanah kelahirannya. Di ibukota Ho Chi Min City, abang-abang Nguyen dengan tunggangan skuter listrik VinFast mendominasi.
Sebagaimana diketahui, VinFast merupakan anak perusahaan dari Vingroup JSC – salah satu grup konglomerasi terbesar di Vietnam – merupakan produsen kendaraan listrik murni (EV). Misinya sangat mulia, menjadikan kendaraan listrik dapat diakses oleh semua orang.
Dari Vietnam, VinFast melirik Indonesia yang tercatat menjadi pasar potensial besar bagi motor listrik dengan lebih dari 120 juta sepeda motor yang beredar. Peluang ini dimanfaatkan.
Di ballik peluang ini, terselip tantangan serius untuk masa depan motor listrik. Mulai dari infrastruktur, harga, hingga kepercayaan konsumen. Bersama produsen motor listrik lainnya, VinFast perlu menguatkan suaranya bahwa sekarang lah saatnya beralih ke motor listrik.
Akhirnya, 18 Juli 2026 di Tribeca Park, Jakarta, VinFast resmi menghadirkan lini motor listrik seperti Evo, Feliz II, dan Viper dengan teknologi battery swapping. Perusahaan juga menargetkan hingga delapan model pada 2026.
Baca Juga: Bakal Masuk Indonesia, Tiga Motor Listrik VinFast Bikin Heboh
Yordan Satriadi, CEO VinFast Indonesia E-Motorcycle mengatakan kehadiran tiga model VinFast selaras dengan target pemerintah terkait motor listrik.
Selain karena kecenderungan masyarakat untuk men-spend uangnya dengan lebih smart, lebih wide, pemerintah menargetkan populasi motor listrik mencapai 13 juta unit pada 2030. Ini adalah sesuatu yang besar,” kata Yordan.
Pasar Besar, Potensi Tinggi
Sepeda motor masih menjadi transportasi utama masyarakat Indonesia, termasuk untuk kebutuhan kerja, usaha, hingga layanan ride-hailing. Hal ini membuat sektor roda dua menjadi target utama elektrifikasi.

Pengamat otomotif dari ITB Yannes Martinus Pasaribu mengatakan, peluang VinFast di pasar motor listrik Indonesia sangat besar karena pasar masih berada pada tahap awal pertumbuhan.
“Namun, keberhasilannya akan sangat bergantung pada kemampuan perusahaan membuktikan bahwa motor listrik benar-benar lebih hemat, andal, praktis, dan menguntungkan bagi pengguna sehari-hari,” ujar Yannes.
Baca Juga: Bertarung Sengit, Veda 10 Besar di Moto3 Inggris 2026
VinFast menilai Indonesia bukan hanya pasar ekspansi, tetapi juga bagian penting dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Asia Tenggara.
Selain konsumen individu, VinFast juga menyasar sektor komersial seperti pengemudi ojek online dan kurir yang membutuhkan biaya operasional rendah.
Andalkan Battery Swapping
Strategi utama VinFast adalah sistem battery swapping yang memungkinkan pengguna menukar baterai di stasiun pengisian, tanpa harus menunggu pengisian daya.
Perusahaan juga menyiapkan skema kepemilikan baterai fleksibel, termasuk sistem langganan, untuk menekan harga awal kendaraan.
Tantangan Infrastruktur dan Kepercayaan
Keberhasilan sistem ini sangat bergantung pada ketersediaan stasiun penukaran baterai yang merata. Tantangan geografis Indonesia menjadi hambatan besar dalam pembangunan jaringan tersebut.
Selain itu, VinFast juga harus membangun kepercayaan konsumen yang sudah terbiasa dengan merek motor konvensional yang memiliki jaringan luas.
Persaingan Ketat dan Strategi Produksi
VinFast juga menghadapi persaingan ketat dari merek motor listrik dan konvensional yang sudah mapan. Saat ini perusahaan masih menggunakan skema CBU sebelum beralih ke produksi lokal CKD pada 2027 untuk menekan biaya.
Persaingan juga sudah cukup ramai. Pemain seperti Polytron telah memperkenalkan konsep sewa baterai, Electrum membangun ekosistem armada dan battery swapping, sementara Smoot, Honda, serta berbagai pemain lain turut mengembangkan infrastruktur masing-masing.
Peluang dari Perubahan Gaya Hidup
Meningkatnya kesadaran akan efisiensi biaya dan isu lingkungan membuka peluang baru bagi motor listrik. Segmen gig economy menjadi pasar paling potensial karena membutuhkan kendaraan hemat operasional.

Sebagaimana motonya “Ride The Future”, VinFast memiliki peluang besar di pasar motor listrik Indonesia, namun keberhasilan sangat bergantung pada pembangunan ekosistem, terutama infrastruktur battery swapping, harga kompetitif, dan layanan purnajual. Tanpa itu, potensi besar pasar Indonesia bisa sulit dimaksimalkan.
Dikatakan Yannes Martinus Pasaribu, motor listrik VinFast tidak akan memenangkan pasar hanya melalui promosi atau tampilan di showroom.
“Kunci keberhasilannya akan ditentukan oleh performa dan efisiensi kendaraan di jalanan, terutama di tangan pengemudi ojek online dan armada logistik yang dapat menjadi bukti hidup dari manfaat kendaraan listrik,” ujar Yannes. {PO/Mir}

