JAKARTA – Sukses penjualan FUSO di Indonesia terus mendapat pengakuan dari berbagai pihak. Kali ini FUSO raih Top Brand 100 Award 2026.
Nama FUSO bagaikan legenda yang terus berjalan hingga saat ini. Pangsa pasarnya selalu tajam, nyaris 40% menguasai total penjualan kendaraan niaga di Indonesia. Tak heran jika lagi-lagi FUSO raih Top Brand 100 Award 2026.
Keberhasilan FUSO raih Top Brand 100 Award 2026 merupakan kerja keras dari PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), distributor resmi kendaraan niaga dari Mitsubishi Fuso Truck dan Bus Corporation di Indonesia.
KTB terus membangun kekuatan mereknya dengan mempertahankan pangsa pasar 39,9% di segmen kendaraan niaga. Capaian ini mencerminkan loyalitas konsumen yang berkelanjutan, ditopang oleh dominasi segmen LDT 55,1% dan MDT 14,4% sepanjang tahun 2025.
Sudaryanto, General Manager of Business Communication KTB mengatakan, meraih Top Brand 100 Award 2026 merupakan kebanggaan sekaligus motivasi bagi perusahaan untuk terus menjaga kepercayaan konsumen.
“Bagi kami, keberhasilan FUSO membawa tanggung jawab yang besar untuk terus memberikan nilai nyata melalui kualitas layanan, transparansi, keselamatan, dan keberlanjutan industri kendaraan niaga Indonesia,” ujar Sudaryanto.
Top Brand 100 Award merupakan penghargaan prestisius yang diberikan kepada merek dengan kinerja unggul di pasar Indonesia berdasarkan hasil survei konsumen independen yang dilakukan oleh Frontier Research.
Penilaian dilakukan melalui Top Brand Index yang mencakup aspek kesadaran merek, loyalitas, serta kepuasan konsumen. Keberhasilan Mitsubishi Fuso meraih penghargaan ini menunjukkan kuatnya posisi merek di benak konsumen kendaraan niaga Tanah Air.

Tidak hanya unggul dari sisi merek, Mitsubishi Fuso juga berhasil mempertahankan dominasinya sebagai pemimpin pasar selama 55 tahun berturut-turut di pasar kendaraan niaga. Sepanjang tahun 2025, Mitsubishi Fuso meraih pangsa pasar sebesar 39,9%, meningkat 1,8% dibandingkan tahun sebelumnya.
Di segmen Light Duty Truck (LDT), Mitsubishi Fuso mencatatkan pangsa pasar sebesar 55,1%, meningkat 2% dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan, berdasarkan data GAIKINDO tahun 2025, Canter masuk sebagai Top 10 model kendaraan dengan penjualan terbanyak di Indonesia.
Sementara di segmen Medium Duty Truck (MDT) meraih 14,4%, meningkat 1,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Pencapaian ini sekaligus membuktikan bahwa Mitsubishi Fuso adalah merek yang telah teruji dan dipercaya oleh para konsumen di Indonesia.
Tahun 2026, Tingkatkan Layanan Purna Jual
Aji Jaya Sales and Marketing Director KTB menyampaikan apresiasinya kepada konsumen Mitsubishi Fuso, Di tahun 2026 ini, KTB menyiapkan berbagai gebrakan baru yang dirancang khusus untuk memberikan keuntungan maksimal bagi konsumen.
“Kami tidak hanya sekadar menjual kendaraan, tetapi memastikan setiap unit menjadi solusi bisnis yang andal dengan dukungan layanan purna jual yang lebih efektif dan terintegrasi”, ujar Aji Jaya.
Memasuki tahun 2026, Mitsubishi Fuso menetapkan visi strategis untuk memperkuat peran sebagai Andalan Bisnis Sejati dengan semakin mengoptimalkan fungsi “Zero Down Time” yang berfokus penuh pada maksimalisasi layanan Purna Jual tanpa downtime untuk para konsumennya.
Mitsubishi Fuso melihat respon konsumen bahwa layanan purna jual bukan sekadar kebutuhan pendukung namun menjadi kebutuhan utama dalam operasional bisnis konsumen.
Dengan meminimalkan waktu operasional yang terbuang (downtime), Mitsubishi Fuso optimis dapat memberikan keunggulan kompetitif yang kuat sekaligus mengukuhkan posisi sebagai merek nomor satu dalam efisiensi layanan kendaraan niaga.
Adapun hal ini diwujudkan dengan berbagai layanan dan fasilitas purna jual baru yang diperkenalkan oleh Mitsubishi Fuso. Mulai dari penambahan jaringan nasional yang luas, tenaga diler yang profesional dan proaktif, serta digitalisasi.
Dengan pencapaian FUSO Raih Top Brand 100 Award 2026, dominasi pangsa pasar, serta strategi yang berorientasi pada nilai jangka panjang, brand ini membuka tahun 2026 dengan kesiapan penuh untuk terus mendukung pertumbuhan bisnis konsumen dan membentuk arah industri kendaraan niaga Indonesia. {PO/Mir}

