AMERIKA – Kecelakaan yang disebabkan oleh terlalu percaya diri mengandalkan sepenuhnya pada teknologi Autopilot mobil listrik Tesla kembali terjadi.
Kecelakaan ini terjadi pada Tesla Model 3 di hari Sabtu 7 Desember 2019 pekan kemarin di Connecticut Amerika Serikat.
Connecticut State Police memposting kecelakaan ini di Facebook, untuk melaporkan bahwa Tesla Model 3 telah menabrak salah satu mobil patroli jalan raya. Saat sang pengemudi menggunakan sistem mengemudi semi-otonom.
Kejadian terjadi, ketika petugas patroli menunggu truk derek, Tesla Model 3 menabrak mobil patroli yang sedang menunggu mobil lain yang sedang bermasalah. kemudian juga pengemudi hampir menabrak mobil patroli kedua yang sedang menepi beberapa meter di jalan.
Saat dilakukan investigasi oleh pihak berwajib, kecelakaan ini disebabkan sang supir mengaku dirinya sedang memeriksa anjingnya yang berada di kursi belakang sebelum tabrakan terjadi. Seperti dikutip dari TheDrive.
Polisi mengungkapkan bahwa Autopilot diduga terlibat dalam kecelakaan ini, ketika pengemudi mengalihkan pandanganya dari jalan saat melihat anjingnya di kursi belakang. Atas kecelakaan tersebut Pihak berwajib mengeluarkan dua surat panggilan untuk pengemudi ceroboh tesebut.
Beruntungnya atas insiden ini. Tidak ada yang terluka ataupun korban jiwa dalam kecelakaan ini.
Dilaporkan ini bukan insiden kali pertama pengemudi yang telalu sepenuhnya mempercayakan teknologi Autopilot saat berkendara. Hampir semua kecelakaan yang disebabkan oleh sistem Autopilot Tesla, membuat teknologi ini dipertanyakan. Seperti dikutip dari TheDrive
Tahun lalu dilaporkan, seorang pengemudi tewas di belakang kemudi saat mengunakan Tesla Model X di California dan banyak orang menyalahkan pada sistem bantuan pengemudi canggih sebagai biang keladi.
Sedangkan produsen Kendaraan listrik, Tesla juga telah merilis statistik. Mengkonfirmasi bahwa insiden Autopilot telah sedikit meningkat, tetapi kesalahan mengemudi terkait manusia turun pada kuartal pertama 2019.
Menurut Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional, kecelakaan terjadi setiap 70 Km yang dikendarai kendaraan di Amerika Serikat, sedangkan untuk Teslas dengan Autopilot angka itu terjadi setiap 4 ribuan KM Tanpa Autopilot, menurut Tesla.
Sejak Tesla merilis teknologi Autopilot ini, banyak insiden terjadi disebabkan pemilik atau pengemudi terlalu mempercayakan bahwa teknologi ini sepenuhnya kendaraan berkerja secara selt driving.
Namun fakta di lapangan mengatakan berbeda, karena saat ini masih belum ada kendaraan yang memiliki kemampuan tingkat otomatis mengemudi (SAE) level 4 atau 5 yang dapat digunakan di jalanan umum. [Po/Byn]

