JAKARTA – Bertambah lagi Pereli Indonesia berlaga di Dakar Rally, ajang rally terakbar di dunia. Julian Johan, sudah menyiapkan diri untuk Dakar Rally 2026.
Dakar Rally terkenal ganas. Hanya pembalap hebat yang bisa merasakan epiknya balapan ini. Dulu pernah tercatat perely Indonesia berlaga di Dakar Rally, yakni Dali Sofari, Tinton Soeprapto & Richard Hendarmo tahun 1989.
Setelah itu, Indonesia perlu menunggu hampir empat dekade untuk melihat Pereli Indonesia berlaga di Dakar Rally lagi. Setelah beberapa waktu lalu melakukan pendaftaran ajang Dakar Rally 2026, Julian Johan pereli Indonesia mengumumkan akan melakukan sesi latihan di Gurun Sahara, Afrika Utara.
Berlatih pada September 2025 nanti, dia akan melakukannya bersama tim asal Perancis, Compagnie Saharienne. Latihan ini akan melengkapi serangkaian tes yang ia lakukan, sebelum benar-benar memiliki kemampuan optimal untuk menyusuri gurun pasir Arab Saudi.
Di samping itu, latihan ini juga dimaksudkan agar menopang performa, mengingat pada kompetisi ini akan lebih berat dari Asia Cross Country Rally (AXCR) yang pernah ia lakoni pada 2023 dan 2024.
Sebelumnya, pada awal Agustus 2025 lalu Julian Johan bersama beberapa timnya sempat melakukan latihan perdana yang dilakukan di Pasir Gumuk, Yogyakarta. Menurutnya, sesi tersebut dimanfaatkan untuk membiasakan diri mengendarai mobil di kondisi pasir dan mencari ritme agar mendapatkan bayangan nantinya akan seperti apa.
“Jadi kalau kemarin yang di Gumuk Pasir (Yogyakarta) itu latihan pertama. Sebenarnya pada saat latihan kemarin, lokasi itu adalah yang paling menyerupai dengan padang pasir, karena di Indonesia enggak ada yang seperti itu, jadi kita fokuskan latihan di Gumuk Pasir,” ungkap Julian Johan.

Berlatih di Gumuk Pasir, Julian menggunakan Toyota Fortuner yang dipinjamkan oleh PT Toyota Astra Motor (TAM), di mana mereka juga menjadi salah satu sponsor pereli ini. Mobilnya pun belum ada modifikasi apa-apa, hanya mengganti ban dengan jenis MT agar bisa lebih maksimal latihannya.
Sementara itu, untuk porsi latihan yang nantinya ia lakoni di Gurun Sahara, Afrika Utara, Julian yang akrab disapa Jeje ini bakal melakukan beberapa test. Di samping itu, pada momen itu pula ia akan menggunakan Toyota Land Cruiser 100, SUV yang bakal digebernya di Dakar Rally 2026.
Libatkan Tim yang Berpengalaman
Untuk mengikuti rally paling ganas di dunia ini, menurutnya lebih memungkinkan untuk melakukan penyewaan kendaraan dari tim yang memang sudah memiliki pengalaman. Alasan tersebut juga untuk menghindari beberapa hal terkait regulasi, pengiriman serta biaya yang akan lebih membengkak.
Di Gurun Sahara Afrika Julian akan pakai mobil yang digunakan balap di Dakar nantinya. Jadi nanti yang latihan di awal September itu sudah menggunakan mobil balap itu dan mobilnya adalah Toyota Land Cruiser seri 100 yang mana disiapkannya juga dari Perancis.
Kenapa tidak bawa mobil dari Indonesia? “Karena balik lagi terlalu besar risikonya untuk kita di sini yang awam belum pernah ikut Dakar. Belum tahu persis spesifikasinya harus bangun seperti apa, biayanya akan terlalu lebih mahal lagi jadi lebih baik sewa di satu workshop yang memang sudah langganan ikut Dakar dan sewanya itu sudah include dengan truck support, mekanik, dan tim supportnya,” bebernya.
Terkait rekan satu timnya yang akan menjadi co-driver, Jeje, akan ditemani oleh co-driver asal Perancis yang telah memiliki pengalaman mengikuti ajang Dakar Rally. Hal ini juga dilakukan mengingat apabila co-driver dari Indonesia sama-sama belum memiliki pengalaman di Dakar, baik itu secara pengalaman ataupun membaca road book yang diberikan oleh penyelenggara di tengah gurun pasir.
“Co-drivernya akan berpasangan dengan co-driver berpengalaman dari Prancis. Jadi memang untuk Dakar ini akhirnya saya memutuskan co-drivernya dengan orang yang memang sudah pengalaman untuk lebih meminimalisir, misalnya ada resiko-resiko seperti hilang atau tersesat di gurun pasir atau yang lain-lainnya. Namanya Mathieu Monplaisi, dia juga memiliki pengalaman di Dakar ini,” tambahnya.
Adapun beberapa hal yang nantinya akan ia pelajari dari latihan bersama tim dan co-driver adalah terkait adaptasi terhadap mobil yang menggunakan setir kiri, setting mobil, kemudian belajar teknik menyetir di gurun pasir, termasuk mempelajari navigasi yang menjadi hal penting untuk kompetisi Dakar.
Ajang Rally Dakar nanti tentunya akan sangat menarik. Selain menyaksikan aksi-aksi balap menyeramkan, di antara ratusan peserta ada pembalap Indonesia. Julian Johan menambah daftar Pereli Indonesia berlaga di Dakar Rally. Semoga sukses! {PO/Mir}

