menperin

Indonesia Diproyeksikan 2030 Jadi Pusat Kendaraan Listrik di Kawasan ASEAN

JAKARTA – Pameran otomotif roda dua, IIMS Motobike Expo 2019 telah berlangsung sejak Jumat hingga Minggu esok (29-1/12) di Istora Senayan, Jakarta Selatan.

Pameran IIMS Motobike Expo 2019, yang dikhususkan bagi pelaku industri roda dua dan aftermarket pendukungnya ini mendapatkan apresiasi dari Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita.

Dimana dalam roadmap pengembangan industri kendaraan bermotor, pemerintah Indonesia menargetkan produksi sepeda motor akan tumbuh sampai 10 juta unit pada tahun 2025.

Pemerintah juga mentargetkan sekitar 20 persen dari total produksi nasional atau sebanyak 2 juta unit pada tahun 2025 adalah sepeda motor listrik.

Dari jumlah tersebut, diharapkan akan terjadi peningkatan hingga tahun 2029. Sehingga, pada 2030 Indonesia diproyeksikan menjadi pusat kendaraan listrik di kawasan ASEAN

“Untuk merealisasikan target tersebut, kami secara agresif mengajak para produsen otomotif agar membuka kegiatan produksi di Indonesia. Pemerintah yakin bahwa Indonesia memiliki banyak keunggulan pada sektor otomotif, sehingga target pada tahun 2030 tersebut, bukan hal yang mustahil untuk dicapai,” ungkap Menperin Agus Gumiwang.

Proyeksi percepatan produksi kendaraan listrik di Tanah Air juga menjadi perhatiaan dari pemeritah. Melalui Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

Perpres No. 55/2019 tersebut mengamanatkan pengaturan penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) Berbasis Baterai termasuk sepeda motor listrik guna meningkatkan nilai tambah industri dalam negeri.

“Dengan adanya regulasi tersebut, percepatan program diatur secara rinci, mulai dari litbang, TKDN, sampai dengan insentif yang akan diberikan,” tegas Menperin.

Selain itu, Kementerian Perindustrian telah bekerja sama dengan New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO) melakukan proyek demonstrasi dan studi bersama sepeda motor listrik dan mobile battery sharing di Kota Bandung dan Provinsi Bali sebagai salah satu langkah strategis dalam percepatan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia

“Dengan pameran seperti ini, pemerintah berharap terjadi peningkatan masyarakat akan menggunakan kendaraan listrik, baik itu roda empat maupun roda dua. Karena manfaat kendaraan listrik ramah lingkungan, dan mendukung upaya pemerintah menekan defisit neraca perdagangan,” tutup sang Menteri. [Po/Byn]