JAKARTA – Tahun 2019, PT Honda Prospect Motor (HPM) sudah memulai ekspor model Brio untuk pasar Asia Tenggara khususnya Vietnam dan Filipina.

Honda pun saat ini tengah berupaya untuk bisa mengekspor ke Australia. Namun ada beberapa pertimbangan yang harus dipenuhi sebelum melakukan ekspor, salah satunya menentukan model serta memastikan teknologi dan fitur yang memang cocok untuk konsumen Indonesia.

Baca juga :  Aston Martin Siapkan Speedster Bermesin V12, Hanya 88 Unit

“Untuk ekspor ke Australia, pertama harus dilihat apakah cocok dengan spesifikasi, kapabilitas teknologi kami ke sana, lalu kedua apakah ada kerjasama antara kedua belah pihak dan yang ketiga itu kita harus ada restu dari prinsipal kita di Jepang, jadi kalau ketiga itu sudah kita penuhi tentu kita akan ekspor produk kita,” ujar Yusak Billy, Business Innovation and Sales & Marketing Director HPM, di Jakarta.

Baca juga :  Dua Model Mercedes Benz E200 dan E300 Rakitan Bogor Resmi Dijual

Billy menambahkan untuk tren mobil yang laris di Australia cenderung lebih mengarah ke premium dan berukuran besar. “Disanakan premium, mobilnya besar-besar. Ya kalau disana (Australia) itu CR-V ada, HR-V juga ada disana,” lanjut Billy.

Bicara market Honda di Australia, Billy mengatakan pasar Honda di sana cukup positif mencapai 3500 unit sebulan.

Lalu jika memang HPM akan ekspor ke Australia, kira-kira model apa yang cocok? “Kalau itu kami belum bisa jawab, masih dalam pembahasan,” bebernya. [po/rst]

Baca juga :  Usai Taklukkan Himalaya, Wisnu Gareng Ingin Jelajahi Negara Asia Tengah & Australia

Leave a Reply

Your email address will not be published.