JAKARTA – Taksi terbang eHang 216 berhasil mendapatkan sertifikat izin mengangkut penumpang di China dan izin di Indonesia segera diurus.

eHang 216 mendapatkan Sertifikat Tipe (Type Certificate/TC) dari Administrasi Penerbangan Sipil China (Civil Aviation Administration of China/CAAC) pada 13 Oktober 2023.

Dengan demikian, eHang 216 sudah memenuhi syarat untuk melakukan aktivitas komersial sebagai unmanned aerial vehicle (AEV) di ‘Negeri Tirai Bambu’.

eHang 216 sendiri sudah diperkenalkan di Indonesia oleh Prestige Aviation. Debut dari kendaraan electric Vertical Take-Off and Landing (eVTOL) tersebut di Tanah Air berlangsung dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 silam.

Taksi terbang ini kemudian menjalani sejumlah demo terbang dengan sukses. Di antaranya di Bali pada November 2021, di IIMS 2022 Jakarta pada April 2022, juga dalam Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) Jakarta pada Juli 2022.

Baca juga :  IEE Series 2023 Mendorong Kolaborasi Antar Industri

Lebih lanjut, CAAC menerima aplikasi eHang 216 untuk TC pada Januari 2021. eHang lalu bekerja sama sama dengan CAAC beserta tim ahlinya untuk validasi dan verifikasi hingga akhirnya dinyatakan lulus.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada CAAC, tim ahli, dan semua karyawan eHang atas dedikasi mereka yang tak tergoyahkan,” kata Founder, Chairman, and CEO eHang Huazhi Hu.

“Sistem UAV pengangkut penumpang eHang EH216-S yang kami kembangkan sendiri akhirnya memenuhi ekspektasi yang tinggi untuk mendapatkan TC pertama di industri eVTOL global, menandai babak penting dalam sejarah penerbangan sipil,” lanjut dia.

Baca juga :  Kontes Modif Digital Suzuki Berhadiah GSX Bandit dan Uang Tunai Puluhan Juta

eHang 216 sendiri beroperasi melalui 16 baling-baling yang ada pada delapan ‘lengan’. Taksi terbang ini dapat mengudara setinggi maksimal 3.000 meter.

Jarak 35 km dapat dijangkau hanya dalam 21 menit. Kapasitasnya dua penumpang, dengan beban maksimum 230 kg.

Dengan sumber daya 220 v atau 380V, pengecasan paling cepat hanya membutuhkan waktu satu jam.

Konsep teknologi eHang 216 mengikuti tiga filosofi yaitu tingkat keamanan maksimum, pengendalian tanpa awak, dan kontrol dari pusat komando dengan kendali cerdas.

Teknologi penerbangan otonom eHang 216 meniadakan kemungkinan kegagalan atau kerusakan akibat kesalahan manusia (human error). Penumpang hanya tinggal duduk dan menikmati perjalanan.

Baca juga :  Honda Banjir Program Promo Penjualan Selama GIIAS 2022 Berlangsung

“Selamat atas perolehan TC eHang dari CAAC. Kami akan segera melakukan proses validasi TC di DGCA (Directorate General of Civil Aviation/Direktorat Jenderal Perhubungan Udara) agar dapat segera digunakan untuk mengangkut penumpang di Indonesia” tutup Executive Chairman Prestige Aviation Rudy Salim.