JAKARTA – Di Medsos banyak barang belanja berseliweran. Sering yang gak perlu terbeli. Untuk menguranginya, Wahana Honda ajak siswa bijak berkosumsi.
Hidup dalam dunia serba instant saat ini membuat perilaku konsumtif terpelihara, terutama kalangan muda. Aneka barang dijajakan di depan mata melalui beragam media sosial yang tinggal di schroll melalui handphone. Hasilnya, perilaku boros dan tidak bijak dalam berkonsumsi terjadi.
Saat banyak barang-baang yang ditawarkan, teman membeli, keluarga belanja online, yang pada akhirnya membuat seseorang galau hingga terpengaruh untuk membeli, karena bukan kebutuhah tapi hanya keinginan. “Dalam kategori inilah, teman-teman berada dalam kondisi gak bijak dalam berkonsumsi,” ujar Miss Espi dari Lyfe With Less.
Espi bersama Cynthia S Lestari yang merupakan Lyfe With Less, secara bergantian sebagai narasumber dalam program ‘Berpacu Dalam Sinergi’, bertajuk #BijakBerkonsumsi dan #BelajarJadiMinimalis.
Program ini diprakarsai oleh Main Dealer sepeda motor Honda Wilayah Jakarta-Tangerang Wahana Makmur Sejati di salah satu sekolah binaan Honda yakni SMK Negeri 34 Jakarta Pusat, Kamis (25/9/2025).
program ‘Berpacu Dalam Sinergi’ merupakan bagian dari Sinergi Bagi Negeri, sebuah inisiatif ntuk berkontribusi pada kemajuan Indonesia melalui berbagai program di bidang pendidikan, keselamatan berkendara, lingkungan, dan kewirausahaan, yang berlandaskan semangat ESG (Environmental, Social, and Governance).
Dalam pelaksanaan Berpacu Dalam Sinergi ini, sebanyak 30 siswa diajak untuk mempelajari sekaligus mempraktikkan decluttering sebuah konsep yang mendorong pola hidup lebih sederhana, sehat, dan ramah lingkungan. Edukasi ini menjadi bagian dari upaya nyata sepeda motor Honda mendukung terciptanya Sustainable Living.
“Melalui Berpacu Dalam Sinergi, kami ingin menegaskan bahwa kontribusi positif dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Dengan menerapkan decluttering, generasi muda bisa mendapatkan manfaat langsung untuk diri sendiri sekaligus memberi dampak besar bagi lingkungan sekitar,” ucap Division Head of Marketing Planning & Analyst PT Wahana Makmur Sejati, Andra Friandana.
Para pembicara dari Lyfe With Less memberikan edukasi #BijakBerkonsumsi dan #BelajarJadiMinimalis yang dekat dengan keseharian siswa. Dengan gaya penyampaian yang interaktif, Cynthia mengajak siswa memahami pentingnya mengatur konsumsi secara bijak sekaligus membangun kebiasaan hidup minimalis.
Dari praktik sederhana ini, mereka belajar bagaimana dapat memberikan ruang lebih lega, mengurangi stres, serta meningkatkan kesadaran untuk mengelola konsumsi dengan lebih cerdas.
#BijakBerkonsumsi dan #BelajarJadiMinimalis lebih jauh lagi juga memberikan dampak bagi individu dan kontribusinya bagi bumi. Dari sisi individu, gaya hidup minimalis melatih disiplin, meningkatkan fokus, dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih rapi. Dari sisi lingkungan, membantu mengurangi timbunan sampah rumah tangga serta menekan jejak karbon, sehingga berkontribusi pada keberlanjutan.

Edukasi ini juga mengaitkan semangat ‘Sinergi Bagi Negeri – GreenMove’. Para siswa diperkenalkan pada aksi ramah lingkungan lain yang bisa dilakukan setiap hari, seperti memilah sampah, mendaur ulang barang bekas, membawa tumbler dan totebag, hingga mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Kebiasaan sederhana ini dapat menjadi tren positif yang memberikan dampak besar jika dilakukan bersama-sama.
“AHM bersama dengan WMS ingin menghadirkan sesuatu yang lebih dari sekadar produk. Melalui program ini, kami mendorong terciptanya sinergi antar elemen bangsa untuk membangun Negeri. Inilah bentuk kontribusi kami dalam mendukung program ESG yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga kehidupan masyarakat yang lebih baik,” tambah Andra Friandana.
Kegiatan Berpacu Dalam Sinergi di SMK Negeri 34 Jakarta Pusat membuktikan bahwa generasi muda siap menjadi bagian penting dari perubahan. Melalui edukasi #BijakBerkonsumsi dan #BelajarJadiMinimalis, siswa dapat memahami bahwa gaya hidup berkelanjutan tidak hanya bermanfaat untuk diri mereka, tetapi juga bagi bumi yang akan mereka warisi.
Kolaborasi AHM, WMS, komunitas lingkungan, serta institusi pendidikan ini menegaskan bahwa sinergi lintas pihak mampu melahirkan program berkelanjutan yang relevan dengan kebutuhan masa kini. Edukasi yang menyentuh keseharian siswa diharapkan dapat menjadi kebiasaan baik yang terus dibawa hingga ke masa depan.
Dengan langkah edukasi sederhana yang mampu berdampak nyata, Honda percaya perubahan besar bisa dimulai dari generasi muda. Melalui semangat Sinergi Bagi Negeri, AHM dan WMS akan terus menghadirkan program inspiratif yang membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keberlanjutan dan bersama-sama mewujudkan Indonesia yang lebih baik.
“Yuk bijak berkonsumsi! Bergaya lah tapi sesuai kemampuan,” ajak Wahana Honda. {PO/Mir}

