BALI – Motor Besar Club (MBC) Indonesia sukses menggelar National Rally pertamanya dengan nama ‘National Rally MBC 2019’. Berlangsung pada pertengahan Oktober, Rally yang mengeksplor objek wisata alam kembali merekatkan brotherhood di antara anggotanya.
Kegiatan yang berlangsung sejak tanggal 16 – 20 Oktober 2019 ini sekaligus dijadikan momen untuk menghadiri 17th Anniversary MBC Bali. Perayaan sebagai puncak acara Rally Nasional berlangsung meriah.
Penyelenggaraan Rally pertama ini menjadi catatan sejarah baru bagi MBC Indonesia. Pasalnya, komunitas yang berdiri tahun 1996 dengan anggota penunggang sepeda motor besar (Moge) berbagai merk ini baru pertama kali membuat Rally secara nasional.
Bro Rano selaku Ketua Pelaksana Acara yang juga Kepala Divisi Kegiatan MBC Indonesia mengatakan, meski rally ini adalah kali pertama digelar, tapi rangkaian acara berjalan sesuai dengan jadwal yang direncanakan.

“Beberapa kendala memang kami hadapi selama proses persiapan. Antara lain, lokasi keberangkatan yang semula di Tegal berubah jadi di Pekalongan. Serta lokasi puncak acara yang rencananya di lapangan Kodam IX Udayana, Bali namun dibatalkan karena Siaga 1 persiapan pelantikan Presiden RI,” jelas Bro Rano.
Touring jarak jarak jauh yang diikuti oleh hampir seluruh chapter MBC se-Indonesia ini mengambil titik lokasi keberangkatan dari Pekalongan, Jawa Tengah. Tepatnya dari area Gedung Kanzus Sholawat, Jl. Dr. Wahidin No.70, Pekalongan Timur.
MBC Indonesia memang unik dan sangat membumi. Acara pelepasan turing dibuat istimewa. Karena seremonial pelepasan peserta Rabu pagi (16/10) dilakukan langsung oleh Syech Maulana Habib Luthfi bin Ali bin Yahya bin Hasyim bin Yahya.

Ulama yang dikenal dengan nama Habib Lutfi Yahya Pekalongan ini merupakan, tokoh ulama besar Indonesia. Beliau juga pimpinan Gedung Kanzus Sholawat.
Dari sini peserta rally dibagi menjadi dua group dan riding konvoi menuju Solo dan menginap di kota Sunan ini. Esoknya, Kamis (17/10) peserta lanjut riding menuju Banyuwangi dan bermalam untuk beristirahat.
Jumat pagi (18/10), bikers menuju Pelabuhan Penyeberangan Ketapang dan berlabuh di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali. Dari sini peserta rally kembali melanjutkan sensasi riding bersama menikmati indahnya pemandangan alam dan medan jalan yang fenomenal di Pulau Dewata.

Keindahan touring mereka nikmati saat menuju Bedugul yang merupakan dataran tinggi di Bali menuju RM. Mentari. Bikers dihadapi jalanan yang berkelok-kelok menanjak dan menurun serta ekstrim yang sangat disukai para pehobi touring dimanapun.
Dari Bedugul, setelah makan siang, perjalanan dilanjutkan menuju Hotel Paradiso Kuta untuk beristirahat. Di saja kepuasan menyembul dari para peserta.
Nikmat sebagai bikers seakan tiada habisnya, karena esoknya, Sabtu (19/10) dengan dipandu oleh anggota MBC Bali, peserta mengikuti rolling city berkeliling menyinggahi objek wisata yang ada di Bali. Diantaranya Desa Penglipuran, salah satu desa adat di Kabupaten Bangli lalu ke Garuda Wisnu Kencana (GWK).
National Rally MBC 2019 ditutup Sabtu malam. Seluruh peserta serta tamu undangan menghadiri gelaran perayaan ulang tahun ke-17 MBC Bali di Grahadi, Jl. By Pass Ngurah Rai, Badung, Bali.

Dengan konsep nigh party yang disiapkan oleh panitia MBC Bali semuanya hanyut dalam kegembiraan, melepaskan rasa suka cita dalam balutan semangat persaudaraan.
Kegembiraan memuncak bagi Bro Benjamin dari MBC Jakbar yang beruntung mendapatkan 1 unit Suzuki Nex II sebagai hadiah utama dari doorprize National Rally MBC 2019. Hadiah lainnya juga berasal dari Mizzle dan Gasoline.
“Alhamdulillah, rangkaian acara berjalan sesuai dengan jadwal yang direncanakan, semua peserta sangat menikmatinya. Terlebih lagi anggota MBC dari luar negeri seperti dari Singapura dan Malaysia, mereka sangat mengagumi trek atau jalur yang menjadi rute rally kali ini, termasuk wisata kulinernya,” ujar Bro Irianto Ibrahim yang akrab disapa Bro Rian selaku Sekjen MBC Indonesia.
Dengan menyambangi banyak lokasi, memberi pemasukan bagi warga dan objek wisata, kata Bro Rian, MBC kembali membuktikab bahwa bikers adalah aset bangsa. “Keberadaan MBC bisa bermanfaat untuk masyarakat dan negara dimana anggota MBC tersebut tinggal,” tandas bikers senior yang tampil nyentrik dengan ciri kepala plontos ini. [PO/Haz]

